Banjarmasin, KS
Antusias warga Kalimantan Selatan (Kalsel) terhadap ulama kharismatik Almukarram KH Muhammad Syarwani Abdan (alm) atau biasa disapa Guru Bangil bisa dibilang luar biasa.
Terbukti, ribu jemaah asal Banua ini memadati komplek Pondok Pesantren Datu Kalampayan di Jalan Mujair Kampung Kauman Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur untuk mengikuti prosesi peringatan wafat (haul) ke 21 ulama kelahiran Martapura Kabupaten Banjar (Kalsel) ini yang puncaknya gelar, Minggu (7/2).
Kehadiran ribuan umat Islam dari berbagai daerah, termasuk Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ini juga disaksikan pejabat daerah seperti Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin dan Bupati Banjar, Gusti Khairul Saleh, dan para habaib dan ulama serta tokoh agama dan masyarakat dari berbagai daerah.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kalsel, Ahmad Fauzan Saleh mengatakan, keinginan warga Banjar mendatangi prosesi haul Guru Bangil terus bertambah setiap tahun.
Tahun ini, Pemprov Kalsel menerima permintaan bantuan pengiriman atau biaya transportasi keberangkatan mencapai 3.000 orang, namun hanya ratusan yang bisa dikabulkan.
“Yang berangkat ada 1.188 orang, sebagian biaya dibantu kita (Pemprov Kalsel,red), partisipasi pengusaha, dan ada yang biaya sendiri,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu lalu.
Sementara, gubernur mengaku kagum terhadap rasa kecintaan warga Kalsel terhadap ulama KH Muhammad Syarwani Abdan (alm) ini yang terbukti antusiasnya warga untuk hadir di acara haul setiap tahun.
“Waktu saya menjabat sebagai Bupati Banjar, yang ikut kira-kira duaratusan, tahun lalu (2009,red) yang ikut sekitar 400 orang, tahun ini jadi ribuan, luar biasa,” puji gubernur yang sempat bersilaturrahmi dengan para jemaah di gedung Ekspo Jatim, Surabaya, Sabtu malam.
Untuk diketahui, acara diisi dengan penjelasan manaqib (sejarah,red) KH Syarwani Abdan yang dibacakan salah satu keturunannya sejak muda muda sampai wafat.
Diceritakan, di usia muda, setelah menuntut ilmu di Pondok Pesantren Darussalam Martapura KH Syarwani Abdan bermukim di Bangil untuk menuntut ilmu agama kepada ulama-ulama yang berada di wilayah itu seperti KH Muhdar Gondang Bangil, KH Bajuri Bangil, KH Ahmad Jufri pasuruan serta KH Abu Hasan Wetan Alun Bangil.
Di usia 16 tahun, KH Muhammad Syarwani Abdan berangkat ke Mekkah guna meneruskan menuntut ilmu bersama saudara sepupunya, Al-Alimul Allamah KH Sya’rani Arif dengan bimbingan dan pengawasan penuh dari paman beliau Al-Alimul Allamah KH Muhammad Kasyful Anwar.
Selama di Mekkah, KH Syarwani Abdan belajar dengan berbagai para ulama yang ada di kota tersebut seperti Sekh Sayyid Muhammad Amin Al-Kutbi, Sekh Sayyid Ali- Almaliki, Sekh Umar Hamdan, Sekh Muhammad Alwi, Sekh Hasan Masy’syat, Sekh Abdullah Al-Bukhari Sekh Saifullah Ad-Dakistani, Sekh Syafii Kedah, Sekh Sulaiman Ambon serta Sekh Ahyat Bogor.
Melalui kecerdasan dan kepintaran yang dimilikinya, hanya dalam beberapa tahun menuntut ilmu di Mekkah KH Syarwani Abdan dan KH Sya’rani Arif dikenal oleh para teman seangkatan serta para guru-gurunya sebagai santri yang cerdas dan pandai serta tawadu dalam menuntut ilmu serta taat terhadap guru-gurunya.
KH Syarwani Abdan dan KH Sya’rani Arif dikenal dengan sebutan Dua Mutiara dari Banjar. Setelah 10 tahun menuntut ilmu di Kota Mekkah KH. Syarwani Abdan dan KH. Sya’rani Arif pulang ke Indonesia.
Saat berada di Tanah Air, KH Syarwani Abdan menggelar pengajian majlis ta’lim di rumah dan mengajar di pondok pesantren Darussalam Martapura, sedangkan di Bangil ia juga menggelar pengajian untuk kalangan umum dan khusus juga untuk para kalangan alim ulama di kota Bangil.
Dan pada tahun 1970 KH. Syarwani Abdan mendirikan sebuah pondok pesantren di wilayah Bangil yang diberi nama Pondok Pesantren Datu Kelampayan, KH. Syarwani Abdan wafat pada tanggal 11 September 1989 sekitar pukul 19.00 WIB dalam usia 76 tahun dan beliau dimakamkan di Bangil. slm
Tampilkan postingan dengan label RELIGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RELIGI. Tampilkan semua postingan
19 Februari 2010
28 Juni 2009
Puluhan Ribu Pengunjung Padati Sekumpul
MARTAPURA, KS
Tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, puluhan ribu pengunjung dari berbagai pelosok Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan tengah (Kalteng) khususnya, memadati komplek Arraudhah Sekumpul Martapura untuk menghadiri Haul (peringatan hari wafat) yang ke 4 Almarhum Alimul Allamah Al Arif Billah, KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau disapa Guru Sekumpul, Minggu (28/6) malam yang berpusat di Musholla Arraudhah.
Jamaah yang umumnya laki-laki itu datang sejak sore hari hingga menjelang Magrib sehingga memadati tempat peringatan. Akibatnya, jalan dan rumah warga sekitar komplek harus jadi tempat salah warga yang tidak bisa mendekati mesjid.
Kendati demikian, antusias pengunjung tidak berkurang. Meskipun hanya menyaksikan melaui layar televisi yang disiarkan di kawasan tersebut, mereka tetap mengikuti prosesi dengan khusyu dan khidmat.
Syair syair maulid Alhabsyi dan zikir yang dipandu sejumlah kiai dan habib yanghadir, diikuti secara serentak warga baik yangada di jalan jalan setemnpat maupun di rumah pendudukan.
Acara haul diawali dengan sembahyang Magrib berjamaah dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin dan Almulk yang merupakan wiridan rutin di musholla Arraudhah kemudian pembacaan syair-syair Maulid Alhabsyi.
Kerinduan ribuan ummat dan jemaah pengajian Arraudhah akan sosok Almarhum Guru Sekumpul yang menghadap sang Khaliq 5 Rajab 1426 H atau tgl 10 Agustus 2005 lalu nampaknya terobati. Apalagi pada kesempatan tersebut kedua putera almarhum, Muhammad Amin Badali dan Ahmad Hafi Badali ikut dalam pembacaan syair-syair maulid Alhabsyi.
Suasana tambah khusyu saat Muhammad Amin Badali melantunkan syair-syair maulid pujian terhadap Rasulullah SAW, diiringi dengan pukulan irama terbang yang dibawakan oleh Ahmad Hafi Badali bersama jemaah Sekumpul lainnya.
Hadir pada proses haul itu Menteri Pemberdayaan Aparatur negara (MenPAN), Taufiq Effendie, Gubernur Kalsel, Drs Rudy Ariffin dan Wakil Gubernur Kalsel, HMRosehan NB SH, Muspida di Kalsel, pejabat di Pemkab Banjar, serta sejumlah undangan khusus lainnya.
Muhammad, salah satu pengunjung mengaku rela datang sejak siang demi mengusahakan bisa mengikuti haul dengan posisi tempat duduk dekat pusat kegiatan. Sayangnya, dia mengaku masih kalah cepat dengan pengunjung lain.
Namun Muhammad yang datang sekelurga itu, mengaku puas bisa hadir langsung dan merasakan mendapat pengobat rindu dengan almarhum Guru Sakumpul yang telah menghadap Allah swt empat tahun silam.
Senada diakui Khairil yang selama almarhum Guru Sakumpul hidup, sering mendengarkan ceramahnya. Sepeninggalnya sekarang, dia bertekad selalu mengikuti haul ini setiap tahun bila diberi umur panjang sebagai bukti kecintaannya terhadap Guru Sekumpul ini. slm
23 Juni 2009
Perda Pendidikan Alquran Disosialisasikan
Banjarmasin, KS
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (23/6) mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pendidikan Alquran di Kalsel dalam lingkup jajarannya.
Perda Nomor 3 Tahun 2009 ini dinilai penting untuk memberikan dukungan dalam pengembangan dan peningkatan pendidikan Alquran secara sistematis, terarah, dan berkesinambungan.
Demikian disampaikan Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin melalui pidato sambutan yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan Setdaprov Kalsel, Isra Ismail SH pada acara sosialisasi yang bertempat di ruang Haram Manyarah kantor gubernur setempat.
Perda ini diterbitkan dalam rangka peningkatan kegiatan baca tulis Alquran dan upaya mewujudkan sumber daya manusia (SDM) masa depan yang beriman dan bertaqwa (Imtaq) kepada Allah swt.
Dasar pemikirannya bahwa Perda ini tidak bisa dilepaskan dengan kultur masyarakat Kalsel yang religius, sehingga diperlukan kesistematisan pelaksanaan pendidikan Alquran yangdiwujudkan dalam sebuah Perda.
Mengngat pentingnya Perda ini, peserta sosialisasi diharapkan menyampaikan informasi yang mereka terima kepada masyarakat. Perda ini diharapkan dapat diimplementasikan secara optimal sehingga ketentuan yang ada dalam Perda tepat sasaran.
“Saya minta peserta menyebarluaskan di masyarakat tentang Perda ini, sehingga Perda ini betul betul menjadi ketentuan yang mampu membentuk kehiduan yang lebih religius dan Islami,” ujar gubernur. slm
16 Juni 2009
Qari-Qariah Kalsel Gagal Lagi
SANTRI-Provinsi Kalsel memiliki banyak sekolah agama atau pesantren yang mampu mencetak ribuan santri setiap tahun. Ini merupakan potensi Kalsel dalam mencetak ahli bidang pengetahuan Alquran. (foto doc/brt)
Banjarmasin, KS
Meskipun Kalimantan Selatan (Kalsel) sempat mendapat julukan “gudang” qari qariah, namun beberapa tahun terakhir, setiap event atau perlombaan tingkat nasional, selalu gagal mencapai prestasi puncak.
Sebut saja perlombaan seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) atau Seleksi Tilawatil Quran (STQ) yang baru saja di gelar di Jakarta, utusan daerah yang dikirim belum bisa memposisikan Kalsel seperti masa lalu.
Bahkan, kafilah Kalsel yang mengikuti Seleksi Tilawatil Qur'an Nasional (STQN) XX tahun 2009 di Pondok Gede Jakarta tanggal 5-11 Juni 2009 tadi, hanya bisa masuk dalam 10 besar setelah sebelumnya ada di peringkat 13.
“Tahun ini Kalsel peringkat ke 8, meningkat dari sebelumnya, peringkat ke 13,” ujar Kasi Pendidikan Alquran dan MTQ, Kanwil Departemen Agama Kalsel, Drs H Artoni Jurna kepada wartawan, Senin (15/6).
Dari semua qari qariah Kalsel yang diikutkan pada acara yang sekarang disebut pembinaan calon peserta MTQ Internasional itu, hanya tiga peserta mendapat juara yakni juara III tafsir 5 juz, harapan 5 qariah dewasa dan harapan 5 tafsir Bahasa Arab.
Kedepan lanjutnya, akan dilakukan pembinaan secara kontinyu terhadap qari qariaah, termasuk di kabupaten/kota. Mereka akan dipanggil secara berkala untuk dilakukan pembinaan.
Diakui, selama ini pembinaan terhadap qari qariaah Kalsel hanya berlangsung mendekati ada perlombaan, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Akibatnya, hasil yang didapat belum maksimal.
“Kemampuan qari qariah kita sangat bagus, hanya perlu pembinaan secara kontinyu saja,” ujar Artoni menilai. slm
02 Juni 2009
Gubernur Janjikan Kafilah STQN Bonus
Banjarmasin, KS
Kafilah Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) asal Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berhasil mendapat juara nasional, dijanjikan mendapat bonus uang tunai setara biaya berangkat haji ke Arab Saudi.
Janji tersebut disampaikan Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin pada prosesi pelepasan 51 anggota rombongan yang yang terdiri dari peserta STQN di Jakarta, pelatih, official, pendamping dan tenaga pembantu lainnya, Selasa (2/6).
Alasan pemberian bonus dengan uang tunai menurut gubernur supaya uang tersebut dapat dimanfaatkan sesuai keperluan yang bersangkutan. Sebelumnya bonus diberikan dalam bentuk biaya gratis menjalankan ibadah haji ke Mekkah.
“Nanti uangnya saja diberikan, setara biaya naik haji,” ujarnya kepada waratwan, usai acara pelepasan di lingkungan rumah jabatan gubernur.
Kepada peserta yang diberangkatkan mewakili Kalsel, dia berharap mereka bisa mencetak prestasi di tingkat nasional dan membawa harus nama daerah sebagaimana yang pernah dilakukan qari qariaah Kalsel masa lalu.
Kemudian yang tidak kalah penting lanjut gubernur, peserta diharapkan mendapat prestasi murni berdasarkan kemampuan masing masing, bukan lantaran dibantu atau melakukan aksi sogok dengan juri.
Kepala Kantor Departemen Agama Kalsel, Fahmi Arief yang juga pimpinan kafilah mengakui ketatnya kompetisi di kalangan qari qariah dalam perlombaan tingkat nasional sekarang.
Fahmi Arif menepis anggapan kemampuan qari qariah Kalsel menurun akibat pembinaan yang kurang. Menurutnya, kegagalan kafilah Kalsel beberapa tahun terakhir mendapat juara disebabkan kemampuan peserta lain yang sangat baik.
“Pembinaan tetap, qari qariah kita juga bagus, tapi daerah lain memang luar biasa, lebih gencar,” akunya.
Peserta STQN yang diikutsertakan adalah mereka yang meraih juara pada STQN XVII Tingkat Kalsel tanggal 2 – 7 Mei 2009 di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru.
Predikat juara umum diraih Kabupaten Tanahbumbu yang berhasil mengumpulkan nilai 40 poin. Selanjutnya disusul Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola), Kota Banjarbaru dan urutan keempat Kota Banjarmasin.
Adapun cabang yang akan dipertandingkan nantinya sama dengan diSTQN XVII tingkat provinsi yakni cabang tilawah dengan berbagai tingkatan, menghafal, dan tafsir Al Quran, ditambah lomba qasidah dan puisi kandungan isi Al Quran. slm
Mau Berhaji, Tunggu 9 Tahun
06 Mei 2009
Tanbu Juara Umum STQN ke XVII
Banjarmasin, KS
Dewan Hakim Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke XVII tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berlangsung di Asrama Haji Banjarbaru, memutuskan Kabupaten Tanahbumbu sebagai juara umum dengan total pengumpulan poin tinggi yakni 40.
Peringat berikutnya adalah Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola). Kota Banjarbaru sebagai tuan rumah menempati urutan keempat dan disusul Kota Banjarmasin dengan 19 poin.
Selanjutnya berturut turut adalah Kabupaten Hulu sungai Utara (HSU), Balangan, Tanah Laut, HST, Tabalong, Tapin, Kotabaru dan Hulu Sungai Selatan (HSS) yang menempati urutan paling akhir karena hanya memperoleh 1 poin.
STQN ke XVII Provinsi Kalsel ini diikuti 705 peserta dari 13 kabupaten kota dengan masa perlombaan mulai tanggal 2 – 7 Mei 2009.
Para juara yang dinilai 85 anggota tim juri dari perwakilan tiap daerah ditambah penunjukkan dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kalsel tersebut akan bertanding di tingkat nasional bulan depan.
Kegiatan yang menghabiskan dana lebih dari Rp1 miliar tersebut mempertandingkan cabang tilawah dengan berbagai tingkatan, menghafal, dan tafsir Al Quran, ditambah lomba qasidah dan puisi kandungan isi Al Quran.
Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin setelah menyerahkan tropi kepada masing masing pemenang, mengatakan pihaknya akan memberikan bonus khusus bagi yang berhasil meraih juara di tingkat nasional nanti di Jakarta.
“Juara pertama akan mendapat bonus Rp50 juta, kalau juara dua Rp30 juta dan juara tiga Rp15 juta,” ujarnya dihadapan kafilah dari 13 kabupaten kota se Kasel yang mengikuti acara penutupan kegiatan, Rabu kemarin.
Pada acara tersebut, juga disampaikan hasil rapat kerja daerah (Rakerda) LPTQ Kalsel yang memutuskan beberapa rekomendasi antara lain meminta pemerintah memberikan perioritas mengangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) bagi qari dan qariah berprestasi atau berhasil menjadi juara.
Atas permintaan tersebut, gubernur mengaku akan berusaha mengakomodir aspirasi yang disampaikan dan akan memenuhinya apabila sesuai syarat yang ditentukan tentang penerimaan CPNS.
Sebelum penutupan, gubernur memberikan ucapanselamat kepada seluruh pemenang STQN yang didampingi Ketua Panitia Pelaksana, DR Prof Fahmi Arief, Ketua LPTQ Kalsel, Muhlis Gafuri dan sejumlah pejabat lainnya.
STQ Nasional ke XVIII tingkat Provinsi Kalsel berikutnya dijadualkan berlangsung di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sesuai rekomendasi LPTQ Kalsel dari hasil rakerda yang dilakukan. slm
03 Mei 2009
Juara STQN Dijanjikan Bonus
Banjarmasin, KS
Sebanyak 705 peserta dari 13 kabupaten kota, bersaing dalam Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional ke XVII tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dilaksanakan tanggal 2 – 7 Mei 2009 di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru.
Juara STQ Nasional tingkat provinsi yang dinilai 85 anggota tim juri dari perwakilan tiap daerah ditambah penunjukkan dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kalsel tersebut akan bertanding di tingkat nasional bulan depan.
Usai membuka secara resmi, Sabtu (2/5), Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin berjanji akan memberikan bonus mereka yang berhasil meraih prestasi di tingkat nasional yang berlangsung di Jakarta nanti.
“Kalau menang, nanti akan kita beri bonus,” ujarnya kepada wartawan tanpa menyebutkan bentuk bonus dimaksud.
Gubernur meminta kepada mereka yang menjadi juara di tingkat provinsi dan akan bertanding di tingkat nasional nanti supaya bisa memanfaatkan waktu yang singkat tersebut secara optimal.
Dia berharap para qari qariah yang menjadi duta Kalsel mampu membawa harum nama daerah di tingkat nasional.
Terkait dengan bonus, di tempat yang sama, Bupati Kotabaru, Sjachrani Mataja akan memberi bonus pergi haji kepada kafilahnya yang berhasil menjadi juara pertama dalam perlombaan tersebut.
“Kalau juara lainnya akan disesuaikan, bisa sepeda motor atau apa saja,” janji Sjachrani Mataya yang saat itu langsung memimpin kafilah.
STQ Nasional ke XVII mempertandingkan cabang tilawah dengan berbagai tingkatan, menghafal, dan tafsir Al Quran, ditambah lomba qasidah dan puisi kandungan isi Al Quran.
Kepala Kantor Departemen Agama Kalsel, DR Prof Fahmi Arief seklaigus ketua panitia pelaksana, bertekad mengembalikan citra Kalsel sebagai gudang qari dan qariah seperti 10 atau 15 tahun tahun lalu.
Diakuinya, 5 tahun terakhir, kemajuan yang dicapai beberapa provinsi di tanah air seperti Jawa Timur dan DKI Jakarta, membuat Kalsel tidak mampu bersaing dan selalu gagal mencapai prestasi tertinggi.
“Jatim, Jabar, DKI, semua sekarang luar biasa,” ujarnya mengakui kemahiran dan kepiawaian qari dan qariaah setempat.
Berbeda dengan kebiasaan sebelumnya, acara pembukaan STQ Nasional XVII tingkat Provinsi Kalsel ini dilaksanakan siang hari. Hal tersebut dimaksudkan menghindari terjadinya pemadalam aliran listrik dari PLN yang sering terjadi beberapa hari terakhir.
“Biarpun ada jaminan tidak padam dan ada genset, kita tidak mau ambil resiko padam saat acara berlangsung, jadi kita laksanakan sianghari,” ujar Fahmi Arief. slm
Mengembalikan Citra Kalsel
Kepala Kantor Departemen Agama Kalsel, DR Prof Fahmi Arief seklaigus ketua panitia pelaksana, bertekad mengembalikan citra Kalsel sebagai gudang qari dan qariah seperti 10 atau 15 tahun tahun lalu.
Diakuinya, 5 tahun terakhir, kemajuan yang dicapai beberapa provinsi di tanah air seperti Jawa Timur dan DKI Jakarta, membuat Kalsel tidak mampu bersaing dan selalu gagal mencapai prestasi tertinggi.
“Jatim, Jabar, DKI, semua sekarang luar biasa,” ujarnya mengakui kemahiran dan kepiawaian qari dan qariaah setempat.
Berbeda dengan kebiasaan sebelumnya, acara pembukaan STQ Nasional XVII tingkat Provinsi Kalsel ini dilaksanakan siang hari. Hal tersebut dimaksudkan menghindari terjadinya pemadalam aliran listrik dari PLN yang sering terjadi beberapa hari terakhir.
“Biarpun ada jaminan tidak padam dan ada genset, kita tidak mau ambil resiko padam saat acara berlangsung, jadi kita laksanakan sianghari,” ujar Fahmi Arief. slm
30 April 2009
Bantu Ponpes, Pemprov Siap Sinergi
Banjarmasin, Ks
Demi kemajuan kegiatan bidang keagamaan seperti pengembangan pondok pesantren (ponpes) di daerah, diperlukan kerjasama pihak swasta dengan pemerintah sesuai kemampuan masing masing.
Di Kalimantan Selatan (Kalsel) sejumlah perusahaan besar yang bergerak di bidang pertambangan, turut membantu keberadaan lembaga lembaga keagamaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau dana pemberdayaan masyarakat (community development).
Salah satu contoh, Ponpes KH Muhamad Aini di Jalan A Yani Km 94 Kecamatan Binuang Kabupaten Tapin yang merupakan hasil sumbangan PT Pama Group yang diresmikan, Kamis (30/4) oleh Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin.
Ponpes yang dibangun dengan dana miliaran diatas lahan 15.489 meter persegi ini merupakan hasil patungan PT Harapan Binuang Muda, PT Prima Multi Mineral, PT Pama Persada Nusantara, dan PT Batu Gunung Multi.
Bersamaan dengan peresmian, dilakukan penyerahan ponpes kepada KH Ahmad Barmawi untuk selanjutnya mengelola bangunan yang dilengkapi mesjid, asrama, kantin, kantor pengurus dan fasilitas lainnya.
Gubernur menyatakan bangga dengan pengusaha di daerah yang membuktikan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan keagamaan khususnya melalui bantuan pembangunan.
“Kalau sudah ada bantuan seperti ini, pemerintah tinggal membantu kekurangannya seperti laboratorium bahasa atau komputer,” ujarnya usai meninjau sejumlah fasilitas ponpes tersebut.
Gubernur menegaskan, pihaknya siap terus bersinergi dengan swasta atau perusahaan yang ada di daerah. Karena diakui, kemampuan pemerintah terbatas bila tanggung jawab dunia pendidikan dibebankan sepenuhnya.
Saat menyampaikan pidato sambutan, gubernur berharap keberadaan ponpes mampu mencetak generasi yang berkualitas yang memahami ilmu keagamaan dan bidang lainya yang diperlukan.
Harapan serupa dilontarkan Bupati Tapi, Idis Nurdin Halidi. Dia berharap Ponpes KH Muhammad Aini yang baru diresmikan tersebut mampu melahirkan calon calon pemimpin dimasa mendatang.
“Siapa tahu bupati Tapin nanti berasal dari sini (Ponpes KH Muhammad Aini,red), juga gubernur nanti,” harapnya.
Hadir pada acara peresmian, Kapolda Kalsel, Untung S Radjab, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banjarmasin, Aria Cakra, dan sejumlah habib dari luar Kalimantan. slm
28 April 2009
Seleksi Peserta STQN ke XVII Diperketat
Banjarmasin,Ks
SELEKSI Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional ke XVII tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan dilaksanakan tanggal 2 – 7 Mei 2009 di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru.
Peserta yang terlibat diperkirakan mencapai 600 orang yang terdiri dari utusan kabupaten/kota se Kalsel masing masing 35 orang dan anggota tim juri sebanyak 85 yang terdiri dari perwakilan tiap daerah sebanyak 3 orang ditambah penunjukkan dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kalsel.
“Peserta akan diseleksi tim verefikasi LPTQ, kita tidak mau “kecolongan”, seleksi kita perketat,” ujar Sekretaris Penitia Pelaksana, Drs H Murjani A Malik MAP kepada wartawan, Rabu (28/4) di ruang kerjanya.
Kecolongan dimaksud menurutnya seperti ada peserta yang mewakili daerah yang bukan tempatnya berdomisili dan ada juga melakukan rekayasa Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk bisa masuk sebagai peserta, padahal usia sudah tidak memenuhi syarat lagi.
Adapun persiapan panitia untuk penyelanggaraan acara yang diagendakan setiap dua tahun menurutnya berjalan sesuai jadual, termasuk persipaan administrasi dan teknis penyelanggaraan seperti laporan kepada Polda Kalsel dan permintaan kepada Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin untuk membuka acara.
Peserta diharapkan tiba di lokasi penyelanggaran STQ Nasional ke XVII Provinsi Kalsel ini hari Jumat tanggal 1 Mei 2009 untuk melakukan pendaftaran kepada panitia pelaksana kegiatan.
Dijelaskan Murjani, sama seperti pelaksanaan sebelumnya, STQ Nasional ke XVII kali ini mempertandingkan cabang tilawah, menghafal, dan tafsir Al Quran, ditambah lomba qasidah dan puisi kandungan isi Al Quran.
“Masing masing kategori lomba ada tingkatan lagi seperti untuk dewasa, remaja, dan anak anak putera puteri,” jelasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu mengangkat nama daerah di tingkat nasional melalui qari qariah berprestasi. “STQ Nasional berlangsung tanggal 5 – 11 Juni nanti di Jakarta,” ujarnya lagi.
Bertindak selaku ketua panitia adalah Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Kalsel, Prof DR H A Fahmy Arief MA.
STQ Nasional ke XVI tingkat Provinsi Kalsel sebelumnya dilaksakan di Kabupaten Kotabaru. slm
30 Maret 2009
Peringatan Maulid PKK
Peringatan Maulid Jangan Sebatas Seremonial
Sejumlah anggota dan pengurus Tim Penggerak (TP) PKK Kalsel bersama jajaran Dharma Wanita Persatuan (DWP), Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) dan organisasi kewanitaan setempat, Senin (30/3) menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad saw di Griya Cendramata Banjarmasin.
Selain dimeriahkan syair maulid kelompok nasyid, acara dilengkapi dengan penyampaian tausiah oleh ustadz, Drs H Ubaidillah Lc MA yang diundang khusus pengurus PKK Kalsel dari Jakarta.
Diawal acara, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kalsel, Hj Hayatun Fardah mengingatkan jajarannya agar peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw ini tidak sebatas seremonial semata.“Kalau hanya seremonial, kita akan kehilangan maknanya,” ujar istri orang nomor satu di Kalsel tersebut.
Peringatan semacam ini lanjutnya, hendaknya dilakukan dengan ikhlas dan diamalkan dalam kehidupan sehari hari apa yang menjadi ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad saw.
Memperingati kelahiran nabi menurutnya lagi, merupakan bukti kecintaan terhadap nabi Muhamad saw. Alasan itulah, kegiatan yang digelar TP PKK Kalsel ini mengangkat tema, cintai Rasululah dengan melaksanakan ajarannya, berpegang pada Al qur an dan hadist dalam melengkapi kehidupan.“Rasulullah akan bangga bila kita juga mengamalkan ajarannya,” ucapnya.
Sementara itu, Drs H Ubaidillah Lc MA mengatakan, wujud kecintaan kepada Rasulullah saw adalah dengan membaca Al-Qur`an secara lengkap, walaupun dengan waktu yang cukup lama, akan baik lagi dapat memahami arti isi kandungan dan mengamalkan Al Qur`an tersebut.
Dikatakan, memang berat untuk mengamalkan isi dan kandungan Al qur`an. Itu sebabnya, perlu tahu terlebih dulu makna cinta yang sebenarnya. Keikhlasan dan kesabaran merupakan kunci untuk menjalankan dan mengamalkan kecintaan kepada Rasulullah saw.
Acara diakhiri dengan talkshow bersama peserta yang dipandu Siti Adawiyah. Beberapa peserta nampak aktif melontarkan beberapa pertanyaan seputar kelahiran nabi dan permasalah lainnya. slm/mun
09 Maret 2009
Baayun Maulid
Maayun Maulid 2009 di Tapin
Baayun karena Sembuh dari Stroke
Oleh SALMAN
RIBUAN masyarakat yang memadati kawasan Masjid Al Mukarramah Desa Banua Halat, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Senin (9/3), tidak mempedulikan guyuran hujan yang turun.
Ribuan ayunan yang terbuat dari tapih bahalai rangkap tiga, diisi peserta yang sudah mendaftar sebelumnya. Setiap ayunan dihiasi janur, dan sebagian digantungi uang seribu rupiah, yang melambangkan permohonan keberkahan bagi seluruh peserta yang ikut.
Banyaknya peserta tidak lepas dari keyakinan terhadap berkah yang didapat bagi yang mengikuti prosesi baayun maulid, yang dirangkai dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw setiap 12 Rabiul Awal di tempat tersebut.
Motivasi lain peserta terlibat dalam perhelatan ini, lantaran memiliki nazar atau janji yang pernah diniatkan, dan sebagian lagi untuk berdoa bagi anak anak mereka.
Tentu saja kegiatan yang dijadikan agenda tahunan tersebut jadi meriah, Apalagi, dengan hadirnya Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin, sebagai salah satu peserta baayun maulid.
Napiah Syahrani, selaku panitia pelaksana kegiatan, mengatakan, tak kurang 1.291 orang dewasa ikut dalam baayun maulid, ditambah anak anak dan balita sebanyak 748 orang. “Jumlah peserta hari ini 2 039 orang, ditambah Bapak Gubernur tadi yang juga ikut, jadi jumlahnya genap 2.040 peserta,” ujarnya dengan nada bangga.
Rasa bangga juga diisyaratkan Bupati Tapin Idis Nurdin Halidi. Dia mengaku puas dengan antusiasme masyarakat mengikuti acara ini, yang tidak saja terbatas di wilayah Tapin, tapi Kalsel, bahkan ada dari Pulau Jawa.
Ritual serupa tahun sebelumnya diikuti 1.545 orang yang terdiri dari dewasa dan anak anak. Angka tersebut berhasil dicatat Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai acara baayun maulid dengan peserta terbanyak di Indonesia.
Gubernur Kalsel pun menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini dan berharap pemerintah daerah setempat bisa meningkatkannya. ‘’Bila dikaitkan dengan Visit Kalsel Year 2009, even ini efektif untuk menarik perhatian wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun manca negara,’’ katanya.
Ditanya perasaannya saat diayun, pejabat nomor satu di Kalsel ini hanya memberikan jawaban singkat. ‘’Senang,’’ katanya, sembari mengaku bersyukur dan berharap mendapat berkah.
Harapan mendapat berkah dan keberuntungan untuk kehidupan ke depan dari Allah SWT juga disampaikan Hj Faridah. Wanita setengah baya asal kota Tapin ini mengaku senang mengikuti acara seperti ini.“Senang saja ikut seperti ini, tapi kali ini kita ada niatan,” ujarnya, yang enggan menyebut niat tersebut.
Lain lagi dengan teman Hj Faridah yang kebetulan posisi ayunannya berdekatan. Motivasinya ikut baayun lantaran memiliki nazar, yakni sembuh dari sakit stroke-nya.
“Kalau ibu ini dari Banjarmasin. Datang ke sini ikut baayun karena nazarnya terkabul, sembuh dari stroke,” jelas Faridah.
Serupa diakui Zarkasi, pria kelahiran kota Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, ini sengaja memboyong keluarganya untuk ikut baayun dan mengikuti prosesi maulid nabi di kabupaten tetangganya tersebut.
“Kita umpat (ikut,red) baayun karena nazar setelah sembuh dari sakit, sakit maag cukup lama,” ujarnya.
Peringatan maayun maulid dan peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw di Tapin dilakukan secara massal. Puluhan rumah tangga menyediakan sajian atau hidangan yang diberikan untuk pengunjung dari mana sana.
Masyarakat bebas singgah di rumah siapa saja dan akan disuguhkan hidangan atau masakan. Biasanya, tiap keluarga yang ikut melaksanakan acara ini, mengundang tamu dari luar kampung atau keluarga.
26 Februari 2009
13 Kiai ‘Belajar’ ke Ustadz Mansyur
Banjarmasin, Kn
Gubernur Kalsel, HM Rosehan NB SH mengajak 13 pimpinan/pengurus Pondok Pesantrin (Ponpes) di 13 kabupaten kota, berkunjung ke ponpes milik ustadz Yusuf Mansyur di Jakarta.
Ajakan kepada para kiai tersebut dimaksudkan supaya para pimpinan atau pengurus ponpes tersebut bisa bersilaturrahmi sambil belajar dan bertukar bertukar pengalaman tentang pengelolaan pesantren yang dilakukan ustadz Mansyur.
Keberangkatan mereka bersama sama dengan pemenang gebyar maulid piala wagub 2009, sejumlah dewan juri yang dipilih, panitia penyelanggara, dan kelompok band Radja, serta didampingi ustadz Jusuf Mansyur.
“Jadualnya tentu sebelum peserta umrah gratis diberangkatkan,” ujar Rosehan ketika penutupan gebyar maulid 2008 di Desa Bamban Utara Kecamatan Angkinang Kabupaten Sulu Sungai Selatan (HSU), Senin (23/2).
Gebyar maulid sekarang dalam tahap seleksi di tingkat kecamatan masing masing kabupaten kota untuk mencari 3 grup putera puteri terbaik yang akan bertanding di tingkat kabupaten setempat.
Pada seleksi di 4 kecamatan di HSS yakni Angkinang, Padang Batung, Telaga Langsat dan Loksado, ditetapkan tiga grup putera terbaik yakni Al Muhibin Padang Batung, Ar Risyad, dan It Tihaj.
Sedangkan pada grup puteri ditetapkan Al Azizahg Padang Batung, Al Hidayanh Telaga Langsat, dan As Saadah Padang Batung sebagai kelompok terbaik yang akan bertanding di tingkat berikutnya. slm/rel.
09 Januari 2009
Mesjid Sabilah Muhtadin Dipermegah
Banjarmasin, KS
Mesjid Raya Sabilal Muhtadin yang penggunaanya dimulai tahun 1979, kini mulai mengalami banyak kerusakan pada beberapa bagian mesjid seperti plafon, lantai, dinding dan fasilitas penunjang lain.
Atas pertimbangan pentingnya sarana ibadah yang merupakan ikon kota Banjarmasin tersebut, Pemerintah Provinsi Kalsel melakukan rehabilitas dan penataan lingkungan mesjid agat lebih terkesan megah dan nyaman.
Untuk proyek ini, dialokasikan dana sekitar Rp39,8 miliar dari dua tahun anggaran APBD Kalsel yang pelaksanaannya dilakukan PT Waskita Karya cabang Kalsel dengan nilai kontrak 37,9 miliar.
Lama pengerjaan proyek rehabilitasi dan penataan yang diawasi konstultan manajemen konstruksi PT Adiya Wudyajasa dilakukan 410 hari kalender dengan masa pemeliharaan 180 hari kalender.
“Usia mesjid sekitar 30 tahun, perlu pembenahan, ada beberapa bagian yang rusak, atap bocor,” ujar Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin dihadapan jamaah mesjid yang menghadiri syukuran atas dimulainya rehabilitas dan penataan lingkungan mesjid, Jum at malam (9/1) di ruang induk mesjid setempat.
Pekerjaan yang dilaksanakan menurutnya terdiri dari pekerjaan rehabilitas gedung induk mesjid seluas 5.250 meter persegi yang meliputi penggantian penutup atap, perbaikan lantai, perbaikan plasa, penggantian plafon, instalasi listrik dan sound system, dan poles marmer dinding.
Juga dilakukan pembangunan gedung aula seluas 1.179 meter persegi, perbaikan gedung sekretariat, MUI, tempat wudhu, penggantian atap menara dan penataan halaman mesjid serta tempat parkir.
“Selama perbaikan, mungkin akan terganggu kegiatan ibadah, kami minta maaf,” ujar gubernur.
Dikatakan juga, selain Mesjid Raya Sabilal Muhtadin, pada anggaran yang sama, Pemprov Kalsel juga mengalokasikan dana Rp9,5 miliar untuk proyek yang sama di Mesjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin.
Proyek siap dilaksanakan dengan waktu pelaksanaan 300 hari kalender atau sekitar 10 bulan, mulai rehab ruang utama sampai pekerjaan non standar seperti penataan taman, landscaping, pemasangan paving block, plasa mesjid, pemasangan lampu, kolam eksterior, dan penyediaan fire hydrant (sumber air pemada api).
Perbaikan dan penataan yang dilakukan pada Masjid Jami Sungai Jingah yang didirikan tahun 1900 tersebut tetap pada arsitektur bangunan semula yakni arsitektur klasik setempat dengan langgam atau atap tumpang tiga ditambah ornamen kubah.
Syukuran diawali dengan shalat Magrib dab Hajat berjamaah, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Banlo Mesjid Raya Sabilal MuhtadinTamrani Basri, sambutan gubernur, lalu shalat Isya berjamaah dan ceramah agama Guru Bakerie. slm
10 November 2008
Wagub Lepas 59 Calhaj Pemprov
Banjarmasin, KS
Wakil Gubernur Kalsel, HM Rosehan NB SH melepas 59 orang jamaah calon haji (JCH) di lingkungan Pemprov Kalsel, Senin (10/11) di Graha Abdi Persada. Para jamaah juga mendapat bantuan uang tunai Rp500.000.
Pada pidato sambutannya, Rosehan mengingatkan para jamaah yang tahun ini mendapat giliran berangkat ke tanah suci, termasuk orang yang beruntung, mengingat banyaknya daftar tunggu (waiting list) di Depag Kalsel.
Sesampainya di Mekkah, Rosehan berpesan supaya para PNS Pemprov Kalsel tersebut membantu satu sama lain, memberi informasi, bertanya kepada tim pembimbing terhadap apa yang kurang diketahui.
“Koordinasi dengan petugas, jangan malu bertanya bila tidak paham atau ragu ragu,” ujarnya.
Acara pelepasan jamaah calon haji di lingkungan Pemprov Kalsel juga disaksikan Kepala Badan Informasi Daerah (BID) Kalsel, HD Masdjaya, Wakil Ketua PGRI Kalsel, Subardjo dan sejumlah pejabat lainnya.
Untuk keperluan menunaikan rukun Islam kelima tersebut, para PNS menggunakan ijin cuti alasan penting dengan waktu sepanjang pelaksanaan ibadah haji berlangsung hingga selesai. (slm)
20 Oktober 2008
Haul ke 115 Anggah Muhammad Amin
HAUL M AMIN-Ribuan masyarakat Kota Banjarmasin dan sekitarnya, Senin (20/10) melakukan prosesi haul ke 115 Anggah Muhammad Amin di komplek pemakaman kawasan Banua Anyar Kecamatan Banjarmasin Timur.
Acara dihadiri Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarmasin, ulama dan tokoh masyarakat. (foto ist/brt)
14 Oktober 2008
Calhaj HSU dan Banjarmasin Berangkat Pertama
Banjarmasin, KS
Rapat penetapan kelompok terbang (kloter) Calon Jamaah Haji (calhaj) Kalsel, Senin (13/10) menetapkan mereka yang berasal dari Kota Banjarmasin dan Kabupaten Hulu Sungai Utara menjadi rombongan pertama berangkat.
Kloter pertama dijadualkan masuk asrama haji tanggal 4 November dan berangkat dari embakrasi Syamsudin Noor Banjarmasin tanggal 5 November pukul 08.00 wita yang rencananya dilepas Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin.
Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Departemen agama (Depag) Kalsel, Fahmi Arif kepada wartawan, Selasa (14/10) melalui Kabid Penyelanggara Haji, Zakat dan Wakaf, Kandepag Kalsel, Anwar Hadimi didampingi Kasi Lansar Haji, Bidang Penyelanggara Haji, Zakat dan Wakaf, Kandepag Kalsel, H Faisal.
Kloter kedua juga diisi seluruhnya calhaj asal Kota Banjarmasin sebanyak 266 orang ditambah 3 TPHD. Selanjutnya kloter 3 sampai 6 seluruhnya berasal khusus jamaah asal Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan sebagian lagi di kloter 7, bergabung dengan jamaah dari Batola dan Banjarmasin. (tabel)
Dijelaskan lagi, dari total calhaj Kalsel 3.505 orang, data terakhir Depag Kalsel mencatat ada 8 orang yang batal berangkat karena 3 tiga diantaranya meninggal dunia, 4 mengundurkan diri dan 1 mutasi keluar Kalsel.
Calhaj yang wafat berasal dari Kabuoaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Balangan dan Banjarbaru. Mereka yang batal 1 orang dari Kota Banjarmasin, 2 orang dari Banjarbaru dan1 orang dari Kabupaten HuluSungai Tengah (HST).
“Yang keluar ada 6 orang, 2 diantaranya ke Jakarta. Karena adanya keluar masuk dari Kalteng, akhirnya jumlah mutasi dihitung satu orang,” jelas Faisal.
Terkait dengan kesiapan fasilitas asrama haji Banjarbaru untuk jamaah yang datang, keduanya menegaskan tidak masalah lagi. Kecuali terkait pemadaman listrik dari PLN yang dijadualkan mulai tanggal 3 November mendatang.
“Kita sudah menyurati PLN lagiI agar diberikan dipensasi tidak terkena pemadaman bergilir,” ujarnya.
Pentingnya stabilitas tenaga listrik selama penyelanggaraan pelayanan kepada calhaj lanjut Faisal, terkait peralatan sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) yang memerlukan pasukan lisrik terus menerus.
“Satu kali listrik mati, akan terganggu dan perlu lama untuk koneksi kembali,” jelasnya.
Kendati pihak asrama memiliki mesin genset berkapasitas cukup besar mencukupi kebutuhan penerangan lokasi setempat, tetap diharapkan normalnya pasokan listrik dari PLN.
“Genset kita malah lebih besar dayanya dari genset yang pernah ditawarkan PLN, tapi itu tadi, operasional kita akan teganggu bila ada pemadaman, meskipun diberitahukan sebeluimnya,” tegas Anwar Hadimi. (slm)
06 September 2008
Sosialisasi Pembangunan dengan Safari Ramadhan
Banjarmasin, KS
Sama seperti tahun sebelumnya, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin melakukan Safari Ramadhan bersama jajarannya di lingkungan Pemprov Kalsel di sejumlah kabupaten kota.
Sesuai agenda yang disusun, Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin menjadi tempat pertama gubernur bisa berdialog menjaring aspirasi masyarakat sambil melakukan buka puasa bersama.
Selain itu, momentum agenda tahunan itu dimanfaatkan gubernur untuk mensosialisasikan seputar pembangunan di Kalsel yang sudah dilakukan dan program yang direncanakan.
“Safari Ramadhan ini selain untuk silaturrahmi, juga untuk mensosialisasikan pembangunan kepada masyarakat sekaligus menampung apa keinginan mereka (masyarakat,red),” ujarnya kepada wartawan, usai acara Safari Ramadhan di Langgar kawasan Makam Syech Salman Al Farisi.
Kepada warga Tapin, pada kesempatan itu gubernur memaparkan proyek pembangunan jalan Margasari – Rumpiang yang diperkirakan selesai akhir 2009 mendatang.
“Saat ini hanya sekitar 10 kilometer yang belum bisa diakses langsung, tapi 2009, operasional, bisa dilewati,” ujarnya menjelang waktu berbuka puasa.
Gubernur juga menyampaikan tekadnya menerapkan peraturan pelarangan pengunaan jalan negara dan provinsi untuk truk angkutan batu bara dan perkebunan per Juli 2009 mendatang.
“Pokoknya selesai atau tidak selesai jalan alternatif, angkutan batu bara tidak boleh lagi melintas jalan umum,” janjinya.
Ikut hadir di safari pertama itu, Sekdaprov Kalsel dan sejumlah kepala dinas dan badan seperti Kadisnakertrans, Kadis Kimpraswil, Kepala Biro Kesra, Sekretaris DKP dan Kepala BID Kalsel.
Setelah di Tapin, rencananya hari ini, Jumat (5/9) gubernur bersafari Ramadhan di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut (Tala), dan Sabtu (6/9) di Kabupaten Balangan.
Safari Ramadhan dilanjutkan Senin (8/9) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (10/9) di Mahligai Pancasila, berikutnya Kamis (11/9) di Kabupaten Tabalong, dan Sabtu (13/9) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Kegiatan serupa digelar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada hari Senin (15/9), dilanjutkan Selasa (16/9) di Kota Banjarmasin sekaligus peringatan malam Nuzulul Quran, Rabu (17/9) di Kabupaten Balangan, Kamis berikutnya di Kabupaten Kotabaru dan Sabtu (20/9) di Kabupaten Barito Kuala (Batola), tepatnya aula Paris Barantai.
Minggu terakhir Ramadhan, Senin (22/9) diagendakan di kediaman Wakil Gubernur Kalsel, Rabu (24/9) di kantor Gubernur Kalsel bersama seluruh karyawan Pemprov Kalsel, Jumat (26/9) bertempat di Kota Banjabaru dan terakhir Sabtu (27/9) di Kabupaten Banjar. (slm)
Safari Ramadhan-3
Ajak Warga Balangan Makmurkan Mesjid
Setelah melakukan Safari Ramadhan di Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin dan Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut (Tala), agenda ketiga, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengikuti kegiatan serupa di Mesjid Darul Falah Desa Muara Ninian Kecamatan Juai Kabupaten Balangan.
Selain mensosialisasikan program pembangunan yang telah dicapai, sedang dilakukan dan program kedepan, warga setempat diajak mengisi bulan Ramdahan dengan berbagai kegiatan ibadah kepada Allah swt.
Gubernur mengajak warga Balangan khsususnya agar memakmurkan mesjid, langgar, musalla dan tempat ibadah lainnya dengan aktivitas salah berjamaah wajib maupun sunat seperti Tarawih, dan tadarus Al quran.
“Bila sampai waktu salat, singgah di mesjid mana saja untuk memakmurkan mesjid,” himbaunya kepada warga yang hadir di acara buka puasa dan salah Magrib bersama itu, Sabtu (6/9) di Balangan.
Terkait dengan pembangunan di daerah, orang nomor satu di Kalsel tersebut mengajak warga bisa mensyukuri apa yang telah dicapai. Terlebih, Kalsel masuk dalam urutan 4 dari 33 provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi di atas rata rata nasional.
Dikatakan, pemerintah provinsi juga terus memberikan perhatian kepada kabupaten kota, termasuk Kabupaten Balangan melalui bantuan dana pembangunan baik bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan sebagainya.
Di bidang keagamaan, perhatian itu seperti bantuan tempat ibadah yang diserahkan pada pada acara Safari Ramadhan tersebut untuk sejumlah mesjid seerti Mesjid Al Mujahidin Fisabililah Awayan senilai Rp10 juta, Mesjid Darul Falah Juai Rp10 juta, Musallah Al Husna Balangan senilai Rp5 juta.
Khusus sepekan ke depan, rencananya, hari ini, Senin (8/9), Safari Ramadhan gubernur dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (10/9) di Mahligai Pancasila, dan Kamis (11/9) di Kabupaten Tabalong, serta Sabtu (13/9) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). (slm)
Ajak Warga Balangan Makmurkan Mesjid
Banjarmasin, KS
Setelah melakukan Safari Ramadhan di Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan Kabupaten Tapin dan Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut (Tala), agenda ketiga, Gubernur Kalsel Rudy Ariffin mengikuti kegiatan serupa di Mesjid Darul Falah Desa Muara Ninian Kecamatan Juai Kabupaten Balangan.
Selain mensosialisasikan program pembangunan yang telah dicapai, sedang dilakukan dan program kedepan, warga setempat diajak mengisi bulan Ramdahan dengan berbagai kegiatan ibadah kepada Allah swt.
Gubernur mengajak warga Balangan khsususnya agar memakmurkan mesjid, langgar, musalla dan tempat ibadah lainnya dengan aktivitas salah berjamaah wajib maupun sunat seperti Tarawih, dan tadarus Al quran.
“Bila sampai waktu salat, singgah di mesjid mana saja untuk memakmurkan mesjid,” himbaunya kepada warga yang hadir di acara buka puasa dan salah Magrib bersama itu, Sabtu (6/9) di Balangan.
Terkait dengan pembangunan di daerah, orang nomor satu di Kalsel tersebut mengajak warga bisa mensyukuri apa yang telah dicapai. Terlebih, Kalsel masuk dalam urutan 4 dari 33 provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi di atas rata rata nasional.
Dikatakan, pemerintah provinsi juga terus memberikan perhatian kepada kabupaten kota, termasuk Kabupaten Balangan melalui bantuan dana pembangunan baik bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan sebagainya.
Di bidang keagamaan, perhatian itu seperti bantuan tempat ibadah yang diserahkan pada pada acara Safari Ramadhan tersebut untuk sejumlah mesjid seerti Mesjid Al Mujahidin Fisabililah Awayan senilai Rp10 juta, Mesjid Darul Falah Juai Rp10 juta, Musallah Al Husna Balangan senilai Rp5 juta.
Khusus sepekan ke depan, rencananya, hari ini, Senin (8/9), Safari Ramadhan gubernur dilakukan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (10/9) di Mahligai Pancasila, dan Kamis (11/9) di Kabupaten Tabalong, serta Sabtu (13/9) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). (slm)
Langganan:
Postingan (Atom)