26 Februari 2009

Wisata Daerah Dipromosikan dengan Layar Sentuh

Banjarmasin,Kn Dinas Olahraga, Pemuda, Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalsel melakukan terobosan proosi pariwisata daerah dengan penyediaan layar sentuh yang diletakkan pada tempat yang strategis. Penyediaan fasilitas layar sentuh yang rencananya tersedia di empat titik dengan tahap awal sudah ada dua unit, berisi seputar pariwisata Kalsel yang selalu dilakukan upgrade data sewaktu waktu. Untuk memperluas jangkauan layanan, fasilitas ini diprogram memiliki link dengan Pemprov Jatim, DKI, dan Kaltim.”Jadi walaupun kita di Jakarta atau Surabaya, Kalsel bisa diakses dengan layar sentuh yang ada disana,” ujar Kepala Dinas Olahraga, Pemuda, Kebudayaan dan Periwisata Kalsel, Drs Bihman Muliansyah kepada wartawan, Rabu (25/2). Layar sentuh kepariwisataan Kalsel di Juanda Surabaya merupakan yang permanen atau tidak tergantung waktu. Juga layar sentuh yang ada di Bandara Internasional, Soekarno Hatta, Jakarta. “Kita berharap kabupaten kota menyediakan layar sentuh ini juga,” ujarnya. Soal tampilan atau profil wisata yang ada dalam display, diakui tidaksebaik milik DKI Jakarta atau Jatim. Hal ini terkait terbatasnya anggaran pendanaan untuk konsultan desain. “Kita mendesain sendiri. Kalau seperti Jatim, mereka bayar Rp450 juta untuk konsultannya, jadi memang beda sekali milik kita dengan mereka,” ucapnya. Untuk dua unit yang ada, akan diletakkan di Bandara Symasudin Noor dan satunya lagi belum dipastikan posisi penempatan. “Kita masih mencari lokasi yang tepat meletakkannya,” ujar Bihman. Adapun promosi lainnya yang dilakukan pihaknya adalah melalui pemberitaan media massa cetak dan elektronik juga melalui brosur, pamlet, serta buku kepariwisataan lainnya ke seluruh jaringan kepariwisataan di tanah air dan manca negara. slm

KTP Ganda Dikhawatirkan Berdampak Kekacauan

Banjarmasin, KS Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel menemukan sedikitnya 86 Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga Desa Dadap Kabupaten Banjar yang diragukan keabsahannya lantaran terdapat persamaan nama atau identitas. Supaya KTP ganda tersebut tidak menyulitkan dalam proses pencontrengan di pemilu 9 April nanti, KPU mewanti wanti petugas TPS sekitar untuk mengantisipasi agar tidak terjadi dua kali atau lebih pemberian hak suara. “Kita minta petugas tidak memberikan kesempatan memilih lagi bagi yang sudah ada tanda di jari, supaya tidak dibolehkan lagi,” ujar Ketua KPU Kalsel, Mirhan M Ag di acara rapat koordiansi kepala daerah se Kalsel, Rabu (25/2) di Graha Abdi Persada. Antisipasi lain dengan cara mengatur bagi warga yang ingin pindah TPS, minimal melapor kepada petugas tiga hari sebelum masa pemilihan. “Jadi Petugas yang akan memperhatikan masalah ini agar tidak ada yang memilih dua kali,” tegasnya. Pernyataan Mirhan tersebut menanggapi kekhawatiran Bupati Banjar, Gusti Khairul Saleh dengan adanya KTP ganda di desa perbatasan Kabupaten Banjar dan Tanahbumbu tersebut. “Ini dikhawatirkan terjadi chaos,” ujarnya sembari meminta KPU bertindak tegas bagi pihak yang berusaha melakukan pelanggaran masalah ini. Khirul Saleh juga menegaskan, di desa Dadap tersebut, hampir seluruhnya memiliki KTP dengan wilayah Kabupaten Banjar, kecuali ada empat orang dengan identitas KTP Tananhbumbu. Dia menyarankan KPU mengingatkan camat setempat dan camat di wilayah Tanahbumbu yang berbatasan dengan desa tersebut, bahwa masalah ini merupakan masalah pidana dantidak bisa dianggap main main. Desa Dadap merupakan desa yang terletak di perbatasan Kabupaten Banjar danTananhbumbu yang sampai sekarang belum ada kesepakatan kedua pihak soal tapal batas. Gubernur Kalsel Rudy Ariffin menyerahkan penyelesaian persoalan tersebut ke Mendagri untuk diselesaikan sehingga kasus yang muncul sejak tahun 2006 tersebut tidak berlatur larut. Pelimpahan penyelesaian itu lantaran Pemkab Tanbu tak mengindahkan SK Gubernur Kalsel No.3/2006 karena menganggap kurang adil atau merugikan Tanbu dengan mengaitkan Rudy Ariffin sebagai mantan Bupati Banjar sehingga diduga ada keberpihakan terhadap daerah. Persoalan perbatasan itu sempat dipersengketakan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) Banjarmasin, tapi tak ada keputusan bahkan menyerahkan masalah tersebut kepada Mendagri. Masalah ini kemudian berlanjut sampai ke Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) namun sampai sekarang belum, juga ada penyelesaian. slm

PT AI Serahkan Bantuan Sosial Keagamaan

Banjarmasin,Ks PT Arutmin Indonesia (AI) di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (26/2) secara simbolis menyerahkan bantuan sosial dan keagamaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bersama Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov, jajaran PT AI juga memberikan bantuan peralatan sekolah kepada sejumlah anak anak yang berdomisili sekitar perusahaan ditambah peralatan tempat ibadah dan majlis taklim berupa pengeras suara wairless. Saiful Halim selaku pihak PT AI mengatakan apa yang mereka berikan kepada masyarakat, sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen menjadi perusahaan yang tidak semata mata mengejar profit oriented. Beberapa tempat ibadah dan fasilitas umum yang dibantu pembangunannya seperti Mesjid Babussalam dan Jembatan Lok Padi di Desa Bukitbatu Kecamatan Satui Kabupaten Tanahbumbu, dan TP Permata Bangsa Desa Sungai Cuka Kecamatan Satui di kabupaten yang sama. Selain bantu pembangunan sarana ibadah dan umum, masyarakat tani juga dibantu dalam hal pembinaan seperti untuk petani kol, jagung dan pembinaan pengrajin pengolahan rajungan di Kabupaten Tanah Laut. Bupati Tanah Laut, Drs Adriansyah menyambut baik etikad jajaran PT AI dalam program CSR mereka yang selama ini cukup membantu masyarakat Tala yangberada di sekitar tambang perusahaan tersebut. Aad begitu sapaan Adriansyah, menyarankan dana bantuan yang mereka alokasikan, dapat dipadukan dengan APBD setempat dalam membantu kegiatan kemasyarakat dan keagamaan. “Kalau perlu dana yang dianggarkan, kita bahs bersama sama dewan (DPRD,red) dandigunakan bersama sama,” sarannya. Penyerahan dan penandatangan prasasti bantuan dilakukan gubernur dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kalsel. Gubernur berharap semua bantuan yang diberikan dapat digunakan sebagaimana mestinya dan membawa manfaat. slm

Ground Breaking PLTU

TIANG PANCANG-Tiang pancang pertama pembangunan PLTU Asam Asam Unit 2 dan 3 di Desa Asam Asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut yang peresmiannya dilakukan Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin, Kamis (26/2). (foto ist/brt) Ground Breaking PLTU Asam Asam Unit 2 dan 3 Gubernur : Membuat Investor Bergairah Banjarmasin, Kn Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Drs Rudy Ariffin menyakini kehadirian PLTU Asam-Asam unit 3 dan 4 di Desa Asam Asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut (Tala) ini akan mendongkrak pembangunan di daerah. Geliat perekonomian berpotensi lebih mudah karena didukung ketersediaan energi listrik yang memadai, sehingga pelaku usaha tidak merasa was wasa dalam menjalankan usahanya di Kalsel. Dengan kata lain, kehadiran PLTU Asam Asam unit 3 dan 4 berkapasitas 2 X 65 MW ini akan membuat investor bergairah, baik yang sudah berinvestasi di daerah maupun mereka yang belum datang. Penghargaan yang diterima Pemprov Kalsel di bidang penanaman modal yakni invesment award pada akhir tahun 2008 lalu, menurut Rudy Ariffin merupakan hasil yang diterima atas usaha semua pihak yang mendukung peningkatan investasi di daerah yang signifikan. “Dari 33 provinsi di Indonesia, hanya tiga provinsi yang menerima penghargaan, termasuk Kalsel,” ujarnya saat menyampaikan pidato sambutan peresmian (ground breaking) PLTU Asam Asam unit 3 dan 4 di Desa Asam Asam Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut, Kamis (26/2). Kehadiran pembangkit baru yang dijadualkan selesai Oktober 2010 ini juga diyakini mampu mengatasi permasalahan kelistrikan yang selama ini dihadapi masyarakat Kalsel dan Kalteng. Diakui, kebutuhan masyarakat terhadap energi listrik terus meningkat seiring kebutuhan dan perubahan pola hidup. Upaya membangun pembangkit baru in merupakan upaya pemerintah menselaraskan kebutuhan tersebut. PLTU baru ini akan menambah daya listrik 130 MW lagi bagi kawasan Kalselteng yang dihasilkan dari dua turbin masing masing berkekuatan 65 MW dengan bahan baku batu bara. Pengerjaan proyek senilai Rp1,2 triliun tersebut dilakukan PT Wijaya Karya (Persero) dan Chengda dari Cina. Chenda adalah perusahaan listrik terbesar di Cina yang berdiri sejak1960 dan memasuki pasar internasional seperti Vietnam dan Pakisan. Kini Chengda bekerjasama dengan lisensor dan perusahaan engineering dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis dan Jepang. Adapun Wika adalah perusahaan BUMN jasa konstruksi yang mencatat peertumbuhan tertinggi disektornya. Saat ini Wika meraih Rp2,8 triliun kontrak pembangkit dengan carry over 2009 senilai Rp1,7 triliun dan tahun ini akan mengikuti tender pembangkit senilai Rp11,4 triliun.(slm)

45.000 Calon Pelanggan PLN Masuk Daftar Tunggu

Petugas PLN saat melakukan pemasangan jaringan. Banjarmasin, Ks Keterbatasan kapasitas daya energi listrik PT PLN Wilayah Kalselteng membuat perusahaan listrik milik negara ini tidak mampu melayani permintaan pemasangan baru dan penambahan daya. PT PLN mencatat, sampai 2009, sedikitnya 45.000 calon pelanggan terpaksa masuk dalam daftar tunggu (waiting list), ditambah sekitar 17.000 permintaan penambahan daya yang belum terpenuhi. “Tahun ini kita menyediakan 30.000 pemasangan baru untuk wilayah Kalselteng,” ujar General Manager PT PLN Wilayah Kalselteng, Wahidin Sitompul, seusai pemancangan tiang (ground breaking) PLTU Asam Asam unit 3 dan 4, Kamis (26/2), di Kabupaten Tanah Laut. Pembangunan PLTU unit 3 dan 4 ini, lanjutnya, akan menjawab masalah yang dihadapi sekarang. Pembangkit tambahan berkapasitas 2 x 65 MW ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan listrik masyarakat. Di tempat yang sama, Direktur Luar Jawa dan Bali PT PLN (Persero), Haryadi Sadono, mengatakan, pembangunan PLTU Asam Asam unit 3 dan 4 merupakan upaya percepatan program 10.000 MW yang dicanangkan secara nasional. Ditanya apakah pembangunan pembangkit baru menjamin ketersediaan kebutuhan energi listrik masyarakat, secara diplomatis Haryono mengatakan, masalah kebutuhan listrik tidak bersifat tetap, tapi terus mengalami pertambahan. Dalam hal ini pihaknya berupaya menyelaraskan kebutuhan dengan ketersediaan energi. Namun yang jelas, menurutnya, pembangunan pembangkit baru yang didanai konsorsium sejumlah BPD dan BRI ini akan mengurangi subsidi pemerintah setiap tahun kepada PLN untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM). “Tahun 2008, dari dana Rp62 triliun yang disediakan, terpakai Rp80 triliun untuk subsidi pembelian BBM. Tahun 2009 diperkirakan memerlukan subsidi Rp45 triliun saja,” jelasnya. Sementara itu, Gubernur Kalsel H.Rudy Ariffin berharap pembangunan PLTU yang diperkirakan selesai Oktober 2010 tersebut dapat menunjang pertumbuhan pembangunan daerah. Selama ini, masyarakat dan dunia usaha sangat memerlukan ketersediaan energi listrik secara berkelanjutan tanpa mengalami pemadaman bergilir dengan waktu yang cukup lama. "Semakin maju suatu daerah maka permintaan listrik daerah juga semakin tinggi," ujarnya. Gubernur juga menjamin ketersediaan bahan baku untuk operasional PLTU Asam Asam, baik unit terdahulu, yakni 1 dan 2, maupun unit 3 dan 4 yang baru diresmikan pembangunannya. “Kalau ke luar negeri (pengiriman batubara, red) saja kita bisa, masa untuk lokal tidak terpenuhi,” ujarnya. Pembangunan PLTU Asam Asam unit 3 dan 4 dikerjakan secara kolaborasi antara PT Wijaya Karya (Wika) dan Chengda. Chengda merupakan perusahaan asal Cina yang berdiri sejak 1950 dan mulai masuk pasar internasional dengan proyek di Vietnam dan Pakistan. Kini Chengda bekerja sama dengan lisensor dan perusahaan engineering dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jepang dan Itali serta beberapa negara lain di Eropa dan asia. slm