03 Juni 2009

Panglima TNI : Kalau Pensiun, Tidak Ada Jenderal Lagi

Banjarmasin, KS Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan kesiapan melaksanakan sistem pengamanan terbaik dalam rangka pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) tanggal 8 Juli mendatang dengan sikap netral. Netralitas TNI dinyatakan sebagai harga mati yang akan ditegakkan demi lancarnya pesta demokrasi mendatang dan terselanggaranya pemilu yang lebih baik. Komitmen ini berlaku hingga tingkatan paling bawah di jajaran TNI. Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso menegaskan pihaknya akan membuktikan netralitas TNI sekaligus penegasan dilakukannya reformasi intern. Keberadaan mantan jenderal yang banyak terlibat dalam tim masing masing capres cawapres dipastikan tidak mengganggu komitmen dimaksud. “Kalau pensiun, jenderal tidak ada lagi,” tegasnya kepada wartawan, Rabu (3/6) usai melakukan pengarahan khusus untuk anggota TNI di Mahligai Pancasila, Banjarmasin. Diakuinya, Pilpres merupakan penetu nasib bangsa yang harus dikawal sampai selesai tanpa ada gangguan. Dalam hal pengamanan, jajaran TNI sudah melakukan koordinasi dengan Polri dan siap mengamankan jalannya Pilpres di wilayah RI. Salah satubentuk dukungan itu dengan menyiagakan personil. “Ada sekitar 26.000 sampai 30.000 anggota (disipakan,red), belum termasuk intelelijen,” ujarnya. Pada kesempatan berbeda, Djoko Santoso mengatakan, bersikap netral bagi TNI sama hanya bahwa TNI telah ikut dalam mensukseskan Pilpres mendatang untuk mencari pemimpin bangsa yang baru. Djoko Santoso mengancam, bila ditemukan ada anggota TNI yang melanggar hal ini atau tidak bersikap netral, dipastikan akan dikenakan sanksi yang tegas dan bisa berujung pada pemecatan dari kesatuan TNI.

02 Juni 2009

Gubernur Janjikan Kafilah STQN Bonus

Banjarmasin, KS Kafilah Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) asal Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berhasil mendapat juara nasional, dijanjikan mendapat bonus uang tunai setara biaya berangkat haji ke Arab Saudi. Janji tersebut disampaikan Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin pada prosesi pelepasan 51 anggota rombongan yang yang terdiri dari peserta STQN di Jakarta, pelatih, official, pendamping dan tenaga pembantu lainnya, Selasa (2/6). Alasan pemberian bonus dengan uang tunai menurut gubernur supaya uang tersebut dapat dimanfaatkan sesuai keperluan yang bersangkutan. Sebelumnya bonus diberikan dalam bentuk biaya gratis menjalankan ibadah haji ke Mekkah. “Nanti uangnya saja diberikan, setara biaya naik haji,” ujarnya kepada waratwan, usai acara pelepasan di lingkungan rumah jabatan gubernur. Kepada peserta yang diberangkatkan mewakili Kalsel, dia berharap mereka bisa mencetak prestasi di tingkat nasional dan membawa harus nama daerah sebagaimana yang pernah dilakukan qari qariaah Kalsel masa lalu. Kemudian yang tidak kalah penting lanjut gubernur, peserta diharapkan mendapat prestasi murni berdasarkan kemampuan masing masing, bukan lantaran dibantu atau melakukan aksi sogok dengan juri. Kepala Kantor Departemen Agama Kalsel, Fahmi Arief yang juga pimpinan kafilah mengakui ketatnya kompetisi di kalangan qari qariah dalam perlombaan tingkat nasional sekarang. Fahmi Arif menepis anggapan kemampuan qari qariah Kalsel menurun akibat pembinaan yang kurang. Menurutnya, kegagalan kafilah Kalsel beberapa tahun terakhir mendapat juara disebabkan kemampuan peserta lain yang sangat baik. “Pembinaan tetap, qari qariah kita juga bagus, tapi daerah lain memang luar biasa, lebih gencar,” akunya. Peserta STQN yang diikutsertakan adalah mereka yang meraih juara pada STQN XVII Tingkat Kalsel tanggal 2 – 7 Mei 2009 di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru. Predikat juara umum diraih Kabupaten Tanahbumbu yang berhasil mengumpulkan nilai 40 poin. Selanjutnya disusul Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola), Kota Banjarbaru dan urutan keempat Kota Banjarmasin. Adapun cabang yang akan dipertandingkan nantinya sama dengan diSTQN XVII tingkat provinsi yakni cabang tilawah dengan berbagai tingkatan, menghafal, dan tafsir Al Quran, ditambah lomba qasidah dan puisi kandungan isi Al Quran. slm

Kesenian Mamanda Banjarmasin Juara II Nasional

Banjarmasin, KS Tim Mamanda Teater Banjarmasin yang bertanding di Apresiasi Media Pertunjukan Rakyat tingkat nasional di Malang Jawa Timur tanggal 29 Mei sampai 1 Juni lalu, berhasil meraih juara II. Tim Mamanda pimpinan M Zaini Ajak ini tampil dengan 23 pemain membawakan judul Merajut Asa di Palinggam Cahaya dengan sutradara Drs Sirajul Huda, mampu mengalahkan tim unggulan seperti dari Jawa Timur dan DIY Yogyakarta yang ada dalam satu grup dengan Kalsel. Peringkat ketiga diraih tim kesenian dari Papua Barat dan juara I adalah tim dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang sebelumnya pernah dikalahkan tim kesenian Mamanda pada ajajng pertandingan tingkat regional Kalimantan Sulawesi tahun 2008 lalu. Kemenangan tim kebanggan Kalsel ini menurut Kepala Bidang Media Komunikasi, Dinas Perhubungan Informasi dan Komunikasi Kalsel, H Masrani, tidak terlepas dari kolaborasi pemain yang mampu berakting secara apik. Selain itu, pemain juga berhasil menyampaikan informasi pembangunan, teutama yang berkaitan dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri dengan baik. “Ini karena didukung pemain senior dan support mahasiswa Kalsel yang ikut hadir dalam pertunjukkan,” ujarnya. Masrani juga mengatakan, keberhasilan Tim Mamanda dalam ajang yang diselanggarakan setiap dua tahun ini merupakan hasil pembinaan yang baik oleh Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatikan (Dishubkominfo) Kalsel, serta doa masyarakat Kalsel. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang diberikan, sehingga berhasil mencapai prestasi yang membanggakan ini,” ujarnya. Kontestan yang bertanding di Apresiasi Media Pertunjukan Rakyat sebanyak 8 tim yang mewakili dari empat regional se Indonesia. Seleksi di tingkat regional dilakukan setiap tahun. “Jadi satu regional mengirim dua tim,” jelasnya. Tim Mamanda Teater Banjarmasin berangkat dengan jumlah rombongan 29 orang yang terdiri dari enam ofisial dan anggota FK Mitra (Forum Komunikasi Media Tradisional, dan pemain, Kriteria perlombaan di ajang tahunan tersebut lebih menonjolkan penyampaian informasi kepada masyarakat agar pesan yang dibawa dapat diterima dan dipahami. “Jurinya antara lain dari Sekolah Kesenian Jakarta, Ussi Karunding, pakar UI dan lain lain,” jelas Masrani. Mamanda merupakan kesenian tradisional masyarakat Kalsel yang berwujud teater rakyat dengan lakon yang bersumber dari syair lama dan hikayat, serta didukung tokoh utama yang wajib ada, yakni sang Raja, Mangkubumi, Wazir, Perdana Menteri, Panglima Perang, Harapan I dan Harapan II, Khadam/Badut, serta Sandut/Putri. Masing-masing tokoh memiliki peran sentral tersendiri dalam setiap lakonnya. Merunut sejarahnya, mamanda lahir dari kesenian Badamuluk yang dibawa rombongan Abdoel Moeloek dari Malaka tahun 1897 yang dulunya di Kalsel bernama Komedi Indra Bangsawan. slm

Pengusaha 'Wajib' Pakai Produk Lokal

Banjarmasin, KS Kalangan pengusaha kini diminta lebih menggunakan produk dalam negeri demi memberdayakan sektor swasta. Di kalangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) kampanye serupa pernah dilakukan 2007 lalu. Hal ini sesuai arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengajak pengusaha mencintai dan menggunakan produk dalam negeri. Hal ini diyakini akan mendorong kemakmuran bangsa. “Di Kadin (pusat,red), kita setengah mewajibkan menggunakan produk dalam negeri,” ujar Wakil Ketua Kadin Erlangga Satria Agung di sela sela acara Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Kadin,Selasa (2/6) di Aula Bappeda Kalsel. Kebijakan yangada di Kadin pusat diharapkan Erlangga juga dilakukan Kadin provinsi dan kabupaten kota seluruh Indonesia. Mengingat, cara tersebut cukup efektif dalam mengatasi krisis ekonomi global yang terjadi sekarang. Diakuinya, gencarnya produk luar negeri masuk ke tanah air adalah sesuatu yang tidak bisa ditahan. Apalagi dengan harga yang sangat kompetitif, tidak menutup kemungkinan produk lokal akan kalah bersaing. Semangat ingin memajukan pihak swasta dalam negeri dengan membeli produk lokal akan efektif menahan gencarnya produk luar. “Produk asing tidak boleh diblokir,” ujarnya. Meski tidak bisa dilakukan blokir produk luar negeri, pemerintah menurutnya bisa memperketat masuknya barang dengan pengawasan barang sesuai Standar Nasional Indoensia (SNI). “Harus selalu dicek apakah sesuai SNI,” sarannya. Senada diungkapkan Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin yang hadir pada pembukaan Rapimwil tersebut. Membatasi masuknya produk luar negeri diangap tidak mungkin dilakukan saat ini. “Yang diperlukan kesadaran, dengan menggunakan produk dalam negeri bisa menimbulkan aspek yang baik dalam ekonomi kerakyatan,” ujarnya. Khusus di Kalsel lanjutnya, penggunaan produk dalam negeri masih bisa dibilang dominan dibanding luar negeri. “Lihat saja, hanya orang tertentu yang senang produk luar negeri,” ucap Rudy. slm

Mau Berhaji, Tunggu 9 Tahun

Banjarmasin, KS Bagi masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) yang ingin melaksanakan ibadah haji ke Mekkah, nampaknya harus lebih bersabar lagi. Minimal perlu waktu 9 tahun menunggu giliran bisa melaksanakan rukun Islam kelima tersebut dengan asumsi jatah berangkat haji tiap tahun tidak bertambah. Kuota haji untuk Kalsel yang ditetapkan Departemen Agama (Depag) sebanyak 3.497 orang per tahun. Saat ini, tercatat masyarakat yang masuk daftar tunggu (waiting list) menjadi jamaah haji lebih dari 31.000 orang. “Jadi sekitar 8 atau 9 tahun baru bisa berhaji,” ujar Kepala Kanwil Depag Kalsel, Fahmi Arief kepada wartawan, Selasa (2/6) usai acara pelepasan kafilah STQN Kalsel di kediaman gubernur. Kouta tambahan yang diperoleh masing masing provinsi relatif kecil, sehingga dipastikan tidak mampu mengimbangi tingginya minat masyarakat Kalsel melaksanakan ibadah haji itu. Itu sebabnya, masih banyak masyarakat yang berusaha menempuh cara laternatif dengan mendaftar di provinsi lain dengan harapan bisa lebih cepat berangkat. Provinsi tersebut biasanya di Kalteng dan Jatim. Namun menurut Fahmi Arief, cara tersebut saat ini tidak bisa lagi dilakukan karena masing masing daerah melakukan proteksi terhadap calon jamaah yang berasal dari luar daerahnya. “Tidak bisa lagi, semua daerah sudah menutup kesempatan, tidak menerima masyarakat di luar daerah lagi,” tegasnya. Kebijakan masing masing daerah itu sesuai arahan Menteri Agama Maftuh Basyuni yang meminta jajaran Kanwil Depag agar meneliti calon haji yang akan berangkat dari daerah masing-masing. Sehingga tidak ada lagi calon haji dari luar daerah yang menyusup sehingga merugikan jemaah calon haji asal daerah setempat. Lampung merupakan daerah yang memelopori pembatalan jemaah calon haji asal luar daerah sejak dua tahun lalu. Caranya dengan memperketat pengawasan dilakukan modus pemalsuan KTP. Soal biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2009, menurutunya belum disampaikan karena belum ada informasi Depag di pusat. ”Tanggal 15 Juni nanti diumumkan,” ujar Fahmi. Mengutif pernyataan Menag, satu-satunya kendala untuk segera mengumumkan BPIH karena maskapai Saudi Arabian Airlines belum memberikan kepastian besaran biaya transportasi jemaah haji ke tanah suci. Kemungkinan besar BPIH tahun ini mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya karena adanya perluasan halaman Masjidil Haram yang mengakibatkan ribuan gedung terpaksa dibongkar. “Pasti ada kenaikan karena adanya tambahan biaya macam macam Adanya gedung tersebut mengakibatkan naiknya biaya pemondokan ketika jemaah berada di Mekkah, katanya."Kita tidak ingin menaikkan, karena ada komponen komponen yang tidak bisa dihindarkan,” ujarnya. slm