22 Juni 2009
Izin PT GMK Terancam Dicabut
Lingkungan Dinas PO Budpar Kalsel Terjelek
Penghargaan bagi yang Peduli Lingkungan
ADIPURA-Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin menyerahkan tropi Adipura kepada Walikota Banjarbaru H Rudy Resnawan, Senin (22 Juni), pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Lapangan Murjani Banjarbaru.(Foto ist)
Banjarmasin, KS
Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin menyerahkan sejumlah penghargaan kepada pihak pihak yang dinilai pedui terhadap lingkungan, mulai pemerintah daerah, perusahaan, badan, instansi sampai perorangan.
Penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota berupa penyerahan Piala Adipura untuk Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah laut, Sertifikat Best Effort untuk Kota Banjarmasin.
Penghargaan lainnya kepada perusahaan yang mendapat nilai terbaik dari hasil penilaian kinerja pengelolaan lingkungan (proper) dari 8 perusahaan, penghargaan Adiwiyata, Kalpataru, dan penghargaan bagi siswa pemenang lomba berkait Peringatan Hari Lingkungan Hidup Kalsel 2009.
Penghargaan Adiwiyata yang diberikan kepada sekolah karena dianggap berbudaya bersih, penghargaan Kapaltaru untuk individu yang dinilai telah mengabdi di bidang lingkungan.
Tujuan dari pemberian penghargaan, disamping sebagai apresiasi dari Pemprov Kalsel terhadap masyarakat yang peduli dan berprestasi di bidang lingkungan, juga untuk mengingatkan pentingnya kesadaran lingkungan hidup.
Dalam pidato sambutannya, Rudy Ariffin mengingatkan, kerusakan alam yang terjadi saat ini merupakan perlakukan manusia yang tidak memperhatikan aspek aspek lingkungan.
Akibatnya sering tejadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, sampai kebakaran lahan atau hutan yang terkadang pada kawasaan tertentu, tejadi secara berulang ulang setiap tahun.
“Bencana yang terjadi setiap tahun ini hendaknya memberikan kesadaran bagi kita,” ujarnya.
Lebih lanjut disebutkan, kerusakan lingkungan juga tidak lepas dari faktor manusia yang tidak mematuhi peraturan perundangan undangan yang berlaku. Pengambilan potensi alam seperti bahan galian dilakukan semaunya tanpa mempertimbangkan dampaknya lebih jauh.
Adipura untuk Masyarakat
Terkait dengan penyerahan piala Adipura, Walikota Banjarbaru, Rudy Resnawan berjanji akan memberikan penghargaan atau bonus kepada petugas, pejabat atau masyarakat lainnya yang dinilai bekerja keras dalam menjaga lingkungan kota yang bersih.
“Kita akan memberikan bonus,bentuknya nanti bagaimana yang sesuai peraturan, mengeluarkanuang sekarang tidakgampang, harus ada aturannya,” ujarnya.
Rudy Resnawan mengakui, keberhasilan Kota Banjarbaru mendapat piala Adipura merupakan kerja sama pemerintah dan masyarakat.
“Adipura milik masyarakat, bukan pemerintah,” ujarnya.
Terkait dengan kondisi lingkungan, dia merasa prihatin karena pencemaran lingkungan masih terjadi di banyak tempat. Hal ini menyebabkan kondisi yang kurang sehat, tidak nyaman dipandang karena kotor.
Sebelum acara ditutup, Rudy Resnawan menyerahkan piala Adipura yang baru diterimanya dari gubernur untuk diarak keliling kota dan secara bergiliran piala diserahakan kepada tiap pemerintah tingkat kecamatan. slm
Soal PKM Ditanggapi ‘Dingin’
Banjarmasin, KS
Aksi Pengurus Daerah Gerakan Reformasi Indonesia (PD Gerindo) Kalsel mendatangi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta menindaklanjuti laporan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan eks Pabrik Kertas Martapura (PKM) ditanggapi dingin Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin.
Rudy Ariffin mengaku tidak paham kenapa pihak PD Gerindo Kalsel yang melakukan pertemuan dengan KPK di Jakarta, Kamis (18/6) dan meminta penuntasan kasus yang sudah lama diusut.
“Mulai kita jadi bupati sampai sekarang, sidang juga sudah, apa lagi, mau apa,” jawabnya singkat ketika dimintai komentarnya soal kasus ini.
sebelumnya, Ketua PD Gerindo Kalsel, Syamsul Daulah mengaku, bersama Laskar Banua Kalsel Jakarta telah bertemu dengan Kabag Pelaporan KPK yakni Toshim yang mewakili pimpinan KPK.
Syamsul bersama aktivis lainnya yakni Hermani Bagman, Badowo dan Agus Tomadio, mengaku kecewa dengan penindakan hukum di daerah ini karena kasus dugaan korupsi tersebut hanya menyidangkan beberapa orang.
Gubernur Kalsel Rudy Ariffin yang dulu merupakan Bupati Banjar yang dianggap sebagai pengambil keputusan menurutnya, hanya dijadikan sebagai saksi. Dalam hal ini, diharapkan tidak hanya bisa menangkap koruptor yang ada di pusat, di daerah juga harus menjadi perhatian KPK untuk segera diproses sesuai hukum. slm
Upaya Penanggulangan DBD Ditingkatkan
FOGGING-Penyemprotan atau fogging salah satu upaya mengantisipasi penyebaran naybuk pembawa penyakit demam berdarah. (foto doc/brt)
Banjarmasin, KS
Kendati kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti cenderung menurun, jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus melakukan upaya antisipasi.
Upaya dimaksud antara lain penyuluhan kepada masyarakat mengenai penyakit dan cara pencegahannya, sampai pada kegiatan penyemprotan (fogging) pada lokasi yang diperlukan.
Penyuluhan dititikberatkan pada bagaimana memperkenalkan 3M yaitu Menguras bak mandi, Menutup tempat penyimpanan air, dan Mengubur kaleng-kaleng bekas yang bisa menampung air.
Sedangkan pengasapan dilakukan 100 m2 disekitar rumah penderita penyakit DBD dan daerah tempat tinggal penderita. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, drg Rosihan Adhani belum lama tadi.
Perlu diketahui lanjutnya, daerah yang termasuk rawan penyakit DBD juga didata Dinkes Kalsel diantaranya Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara dan Tanah Laut.
”Semua daerah tersebut digolongkan termasuk daerah endemis yang artinya daerah tersebut setiap tiga tahun selalu ada penderita penyakit DBD,” lanjutnya.
Mengenai usia yang rawan terkena DBD, dijelaskan, mereka yang rentan terserang penyakit tersebut pada anak usia sekolah atau 5 - 12 tahun.Karena pada usia tersebut belum mempunyai imun atau kekebalan tubuh yang kuat.
Kasus DBD Mei lalu tercatat 40 kasus dan bulan ini hanya tercatat 19 kasus. Data keseluruhan kasus DBD di Kalsel sejak awal 2009 tercatat 324 kasus dan diantaranya lima orang meninggal dunia.
“Kasus tertinggi terjadi di Banjarbaru yaitu 70 kasus, Banjarmasin 51 kasus, dan Kabupaten Banjar ada 40 kasus,” sebutnya.
Bebas Meningitis
Pada topik lain, meski dilaporkan dalam dua tahun terakhir ini terjadi peningkatan pengidap meningitis atau radang selaput otak dan selaput sumsum tulang dari jemaah haji Indonesia dan dari negara lain, tetapi jemaah haji tersebut tidak ada yang berasal dari Kalsel.
“Walaupun tidak ada kasus, kita tetap mewajibkan semua jemaah haji mendapat vaksin meningitis,” ujarnya.
Pemberian vaksin meningitis untuk jemaah haji adalah vaksinasi meningitis meningokokus tetravalen. Vaksin tersebut mengandung serogrup A, C, Y dan W-135 dan menurutnya stok sudah siap. Untuk tahun ini, diperkirakan jumlah jemaah haji Kalsel 4000 orang dan semuanya diwajibkan divaksin meningitis meningokukus sebelum berangkat.
Pemberian vaksin meningitis dilakukan pada pemeriksaan kesehatan tahap II atau setelah pemeriksaan tahap I yang dilakukan di puskesmas.
Pemeriksaan tahap II dilakukan pada masing-masing rumah sakit di kabupaten dan kota.
Untuk Kota Banjarmasin, vaksinasi meningitis dilaksanakan di RS Ansari Saleh.
“Jemaah haji yang divaksin meningitis tidak dikenakan pungutan karena pemberian vaksin sudah termasuk satu paket dalam ONH. Sedangkan untuk umrah memang dikenakan biaya,” paparnya. tya/slm
Langganan:
Postingan (Atom)