22 Juni 2009

Izin PT GMK Terancam Dicabut

Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin menyerahkan tropi kepada pemenang cerdas cermat dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2009, Senin (22 Juni) di Lapangan Murjani Banjarbaru.(foto ist) Banjarmasin, KS PT Gawi Makmur Kalimantan (GMK) adalah satu satunya dari delapan perusahaan di Kalimantan Selatan yang mendapat nilai merah pada penilaian kinerja perusahaan dan pengelolaan lingkungan (Proper) 2009. Nilai merah diartikan bahwa perusahaan yang bersangkutan perlu pengawasan khusus karena pengelolaan lingkungannya dilakukan kurang baik dan belum mencapai persyaratan minimum yang ditentukan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang undangan. “Bila dua kali nilainya merah, jadi hitam. Kalau sudah hitam kita akan menutup perusahaan tersebut,” tegas Gubernur Kalsel Rudy Ariffin kepada wartawan, Senin (22/6), seusai memperingati Hari Lingkungan Hidup (LH) di lapangan Moerdjani Banjarbaru. PT GMK saat ini masih menjalani pemeriksaan pihak berwajib di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) lantaran dituding mencaplok lahan warga dan lahan transmigrasi empat desa di Kabupaten Tanbu. Laporan disampaikan melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Kajian Pengawasan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (LKP3M) yang telah menerima surat kuasa setidaknya dari 90 pemegang segel hak tanah. Warga yang merasa dirugikan akhirnya memberikan kuasa kepada LKP3M untuk memperjuangkan hak mereka dan laporan tersebut diterima langsung Kasat Reskrim AKP Andi Adnan dengan nomor laporan STPL/K-141/V/2009. Sebelumnya, Rudy Ariffin pernah berjanji melakukan pemantauan terhadap kasus PT GMK, dengan catatan akan mempelajari duduk persoalannya terlebih dulu. Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Kalsel, Ir Rahmad Kurdi, mengatakan, penilaian terhadap kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan dilakukan setiap tahun. ‘’Jumlah yang akan dinilai terus ditambah, sehingga nantinya diharapkan ternilai semuanya,’’ katanya. Kemudian dari 7 perusahaan lainnya yang diproper, dua di antaranya, yakni PT Insan Bonafid dan PT Sumber Kurnia Buana, sama sama mendapat predikat kinerja biru, yaitu upaya pengelolaan lingkungan hidup mencapai hasil yang sekurang-kurangnya dengan persyaratan minimum. Lima perusahaan lagi, yakni PT Antang Gunung Meratus, PT Galuh Cempaka, PT Wahana Baratama Mining, PT Buana Karya Bhakti, dan PT Coca Cola mendapat nilai Biru (-). Selain memberikan penghargaan kepada kedua perusahaan yang mendapat nilai biru, peringatan Hari LH diisi dengan penyerahan Piala Adipura kepada Pemerintah Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut, dan piagam Best Effort untuk Kota Banjarmasin, serta sejumlah penghargaan lain. slm

Lingkungan Dinas PO Budpar Kalsel Terjelek

Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin meyerahkan penghargaan kepada Duta Lingkungan Hidup Kalsel, Senin (22 Juni, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Banjarbaru.(foto ist) Banjarmasin, KS Salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup (LH), Pemprov Kalsel melakukan penilaian terhadap lingkungan perkantoran di 38 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setempat, balai dan Unit Pelaksana Teknis (UPT). Hasilnya, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (PO Budpar) Provinsi Kalsel menempati peringkat paling akhir atau terjelek karena nilai tidak mencukupi persyaratan kebersihan, kerapian kesejukan dan kenyamanan. Juara I ditetapkan kepada Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura, juara II untuk Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan ke III adalah adalah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel. Demikian disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Kalsel, Ir Rahmadi Kurdi sebelum pelaksanaan peringatan Hari LH se dunia di Kalsel 2009, Senin (22/6) di Lapangan Moerdjani Banjarbaru. Perwakilan badan, dinas atau badan yang menjadi juara penilaian perkantoran itu akan mendapat penghargaan yang akan diserahakan Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin pada kesempatan tersebut. Penyerahan penghargaan bersamaan dengan piala Adipura untuk Kota Banjarbaru dan kota Pelaihari, Kota Banjarmasin yang menerima Best Effort, penerima Kalpataru, Adiwiyata (sekolah berbudaya lingkungan) tingkat SD, SMP dan SMA. Kemudian juga diserahkan penghargaan kepada dua perusahaan yang mendapat nilai Biru pada proper 2008 dan kepada empat duta lingkungan Kalsel di ajang pemilihan regional Kalimantan nantinya. Usai acara, gubernur ketika dimintai komentarnya tentang dinas yang masih belum maksimal menata lingkungan kerja, berjanji akan memberikan pembinaan dan peringatan sehingga bisa lebih baik. “Nanti sekda yang akan melakukan evaluasi atau teguran, nanti akan dibina,” ujarnya kepada sejumlah wartawan. slm

Penghargaan bagi yang Peduli Lingkungan

ADIPURA-Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin menyerahkan tropi Adipura kepada Walikota Banjarbaru H Rudy Resnawan, Senin (22 Juni), pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Lapangan Murjani Banjarbaru.(Foto ist) Banjarmasin, KS Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin menyerahkan sejumlah penghargaan kepada pihak pihak yang dinilai pedui terhadap lingkungan, mulai pemerintah daerah, perusahaan, badan, instansi sampai perorangan. Penghargaan kepada pemerintah kabupaten/kota berupa penyerahan Piala Adipura untuk Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah laut, Sertifikat Best Effort untuk Kota Banjarmasin. Penghargaan lainnya kepada perusahaan yang mendapat nilai terbaik dari hasil penilaian kinerja pengelolaan lingkungan (proper) dari 8 perusahaan, penghargaan Adiwiyata, Kalpataru, dan penghargaan bagi siswa pemenang lomba berkait Peringatan Hari Lingkungan Hidup Kalsel 2009. Penghargaan Adiwiyata yang diberikan kepada sekolah karena dianggap berbudaya bersih, penghargaan Kapaltaru untuk individu yang dinilai telah mengabdi di bidang lingkungan. Tujuan dari pemberian penghargaan, disamping sebagai apresiasi dari Pemprov Kalsel terhadap masyarakat yang peduli dan berprestasi di bidang lingkungan, juga untuk mengingatkan pentingnya kesadaran lingkungan hidup. Dalam pidato sambutannya, Rudy Ariffin mengingatkan, kerusakan alam yang terjadi saat ini merupakan perlakukan manusia yang tidak memperhatikan aspek aspek lingkungan. Akibatnya sering tejadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, sampai kebakaran lahan atau hutan yang terkadang pada kawasaan tertentu, tejadi secara berulang ulang setiap tahun. “Bencana yang terjadi setiap tahun ini hendaknya memberikan kesadaran bagi kita,” ujarnya. Lebih lanjut disebutkan, kerusakan lingkungan juga tidak lepas dari faktor manusia yang tidak mematuhi peraturan perundangan undangan yang berlaku. Pengambilan potensi alam seperti bahan galian dilakukan semaunya tanpa mempertimbangkan dampaknya lebih jauh. Adipura untuk Masyarakat Terkait dengan penyerahan piala Adipura, Walikota Banjarbaru, Rudy Resnawan berjanji akan memberikan penghargaan atau bonus kepada petugas, pejabat atau masyarakat lainnya yang dinilai bekerja keras dalam menjaga lingkungan kota yang bersih. “Kita akan memberikan bonus,bentuknya nanti bagaimana yang sesuai peraturan, mengeluarkanuang sekarang tidakgampang, harus ada aturannya,” ujarnya. Rudy Resnawan mengakui, keberhasilan Kota Banjarbaru mendapat piala Adipura merupakan kerja sama pemerintah dan masyarakat. “Adipura milik masyarakat, bukan pemerintah,” ujarnya. Terkait dengan kondisi lingkungan, dia merasa prihatin karena pencemaran lingkungan masih terjadi di banyak tempat. Hal ini menyebabkan kondisi yang kurang sehat, tidak nyaman dipandang karena kotor. Sebelum acara ditutup, Rudy Resnawan menyerahkan piala Adipura yang baru diterimanya dari gubernur untuk diarak keliling kota dan secara bergiliran piala diserahakan kepada tiap pemerintah tingkat kecamatan. slm

Soal PKM Ditanggapi ‘Dingin’

Banjarmasin, KS Aksi Pengurus Daerah Gerakan Reformasi Indonesia (PD Gerindo) Kalsel mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang meminta menindaklanjuti laporan kasus dugaan korupsi pembebasan lahan eks Pabrik Kertas Martapura (PKM) ditanggapi dingin Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin. Rudy Ariffin mengaku tidak paham kenapa pihak PD Gerindo Kalsel yang melakukan pertemuan dengan KPK di Jakarta, Kamis (18/6) dan meminta penuntasan kasus yang sudah lama diusut. “Mulai kita jadi bupati sampai sekarang, sidang juga sudah, apa lagi, mau apa,” jawabnya singkat ketika dimintai komentarnya soal kasus ini. sebelumnya, Ketua PD Gerindo Kalsel, Syamsul Daulah mengaku, bersama Laskar Banua Kalsel Jakarta telah bertemu dengan Kabag Pelaporan KPK yakni Toshim yang mewakili pimpinan KPK. Syamsul bersama aktivis lainnya yakni Hermani Bagman, Badowo dan Agus Tomadio, mengaku kecewa dengan penindakan hukum di daerah ini karena kasus dugaan korupsi tersebut hanya menyidangkan beberapa orang. Gubernur Kalsel Rudy Ariffin yang dulu merupakan Bupati Banjar yang dianggap sebagai pengambil keputusan menurutnya, hanya dijadikan sebagai saksi. Dalam hal ini, diharapkan tidak hanya bisa menangkap koruptor yang ada di pusat, di daerah juga harus menjadi perhatian KPK untuk segera diproses sesuai hukum. slm

Upaya Penanggulangan DBD Ditingkatkan

FOGGING-Penyemprotan atau fogging salah satu upaya mengantisipasi penyebaran naybuk pembawa penyakit demam berdarah. (foto doc/brt) Banjarmasin, KS Kendati kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti cenderung menurun, jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus melakukan upaya antisipasi. Upaya dimaksud antara lain penyuluhan kepada masyarakat mengenai penyakit dan cara pencegahannya, sampai pada kegiatan penyemprotan (fogging) pada lokasi yang diperlukan. Penyuluhan dititikberatkan pada bagaimana memperkenalkan 3M yaitu Menguras bak mandi, Menutup tempat penyimpanan air, dan Mengubur kaleng-kaleng bekas yang bisa menampung air. Sedangkan pengasapan dilakukan 100 m2 disekitar rumah penderita penyakit DBD dan daerah tempat tinggal penderita. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, drg Rosihan Adhani belum lama tadi. Perlu diketahui lanjutnya, daerah yang termasuk rawan penyakit DBD juga didata Dinkes Kalsel diantaranya Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara dan Tanah Laut. ”Semua daerah tersebut digolongkan termasuk daerah endemis yang artinya daerah tersebut setiap tiga tahun selalu ada penderita penyakit DBD,” lanjutnya. Mengenai usia yang rawan terkena DBD, dijelaskan, mereka yang rentan terserang penyakit tersebut pada anak usia sekolah atau 5 - 12 tahun.Karena pada usia tersebut belum mempunyai imun atau kekebalan tubuh yang kuat. Kasus DBD Mei lalu tercatat 40 kasus dan bulan ini hanya tercatat 19 kasus. Data keseluruhan kasus DBD di Kalsel sejak awal 2009 tercatat 324 kasus dan diantaranya lima orang meninggal dunia. “Kasus tertinggi terjadi di Banjarbaru yaitu 70 kasus, Banjarmasin 51 kasus, dan Kabupaten Banjar ada 40 kasus,” sebutnya. Bebas Meningitis Pada topik lain, meski dilaporkan dalam dua tahun terakhir ini terjadi peningkatan pengidap meningitis atau radang selaput otak dan selaput sumsum tulang dari jemaah haji Indonesia dan dari negara lain, tetapi jemaah haji tersebut tidak ada yang berasal dari Kalsel. “Walaupun tidak ada kasus, kita tetap mewajibkan semua jemaah haji mendapat vaksin meningitis,” ujarnya. Pemberian vaksin meningitis untuk jemaah haji adalah vaksinasi meningitis meningokokus tetravalen. Vaksin tersebut mengandung serogrup A, C, Y dan W-135 dan menurutnya stok sudah siap. Untuk tahun ini, diperkirakan jumlah jemaah haji Kalsel 4000 orang dan semuanya diwajibkan divaksin meningitis meningokukus sebelum berangkat. Pemberian vaksin meningitis dilakukan pada pemeriksaan kesehatan tahap II atau setelah pemeriksaan tahap I yang dilakukan di puskesmas. Pemeriksaan tahap II dilakukan pada masing-masing rumah sakit di kabupaten dan kota. Untuk Kota Banjarmasin, vaksinasi meningitis dilaksanakan di RS Ansari Saleh. “Jemaah haji yang divaksin meningitis tidak dikenakan pungutan karena pemberian vaksin sudah termasuk satu paket dalam ONH. Sedangkan untuk umrah memang dikenakan biaya,” paparnya. tya/slm