19 Februari 2010

Rosehan Ogah jadi Walikota

Banjarmasin, KS
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan HM Rosehan NB SH kembali menepis kabar yang menyebutkan dirinya akan menjadi Calon Walikota (Cawali) Banjarmasin di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini.
Apalagi dengan mengantongi sejumlah Surat Keputusan (SK) dari partai non parlemen ditambah DPD Partai Bulan Bintang Kalsel, Rosehan memastikan ikut menjadi kandidiat Gubernur Kalsel periode 2010 – 2015. Hal ini diungkapkan Rosehan kepada wartawan Jumat malam (18/2).
Tidak hanya itu, Rosehan bahkan masih berharap mendapat dukungan Partai Golongan Karya (Golkar) yang menurutnya belum bisa dipastikan mendukung pasangan Cagub Cawagub, Rudy Ariffin – Rudy Resnawan (Dua Rudy) sebelum keduanya deklarasi di hadapan masyarakat.
“Dengan didukung partai non parlemen ditambah satu parlemen, mudahan juga dari Golkar,” ujarnya.
namun Rosehan tidak menepis kabar yang sempat beredar seputar rencana pencalonan sebagai cawali Banjarmasin. Itu lantaran diakui memang ada tawaran beberapa parpol, termasuk Partai Demokrat (PD) Kota Banjarmasin.
Rosehan diwacanakan maju sebagai cawali Banjarmasin berpasangan dengan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Banjarmasin, Rusian yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Banjarmasin.
Peluang ini dinilai sangat terbuka lebar karena PD merupakan partai tanpa harus menggalang koalisi, bisa membawa calon kepala daerah di Pilkada mendatang karena berhasil meraih suara terbesar dengan memiliki wakil sebanyak 11 kursi.
Ditanya perihal kemungkinan mendapatkan dukungan dari Partai Amanat Nasional (PAN) menyusul isu kemunduran HM Ramlan S Sos sebagai cagub, itupun menurutnya sangat berpeluang.
Hanya saja, mengenai keharusan menerima pendamping atau cawagub sesuai keinginan partai pengusung, Rosehan bersekukuh akan mencari pendamping sesuai kriteria yang diinginkannya.
“Kita pilih wakil dari birokrat, kita berhak menolak bila yang diajukan partai tidak sesuai keinginan,” tegasnya.
Sebagiamana diketahui, dikabarkan pihak PAN hanya mengusung cagub yang mau berdampingan dengan kader PAN, salah satunya Nahwan yang berlatarbelakang kalangan pelaku dunia usaha. slm

Masyarakat Enggan Konsumsi Ayam Beku

Banjarmasin, KS
Daging ayam beku yang disimpan dalam lemari khusus (freezer) belum familiar dengan masyarakat Kalimantan Selatan. Mayoritas msyarakat masih memilih ayam segar atau yang sehabis dipotong yang dijual pedagang.
Kebiasaan inilah yang menjadi pemicu fluktuasi harga ayam di tingkat pedagang yang tidak jarang mendadak melonjak karena tingginya permintaan pada musim tertentu seperti menjelang Ramadhan atau peringatan keagaaman.
Kepala Dinas Perikanan Kalsel, Maskamian Anjam mengatakan, seharusnya masyarakat lebih familiar dengan ayam yang didinginkan karena kualitas daging tidak kalah dengan ayam sehabis dipotong.
Bila kebiasaan masyarakat ini tidak berubah, akan selalu terjadi kenaikan harga pada musim tertentu. “Masyarakat Kalsel ini sangat religius, setiap acara keagamaan seperti mulaid selalu diperingatan bersama-sama, acara ini yang memicu harga ayam naik,” ujarnya.
Menurut Maskamian, jika masyarakat terbiasa dengan daging dingin, fluktuasi harga bisa dikontrol karena tidak ada istilah stok kosong atau kekurangan daging ayam akibat tingginya permintaan.
Pedagang atau pengusaha ayam potong juga tidak terburu-buru menjual ayam potong yang sampai batas umurnya karena bisa disimpan dan harga jual tidak anjlok pada saat persediaan banyak.
Pedagang bisa menyesuaikan penjualan dengan permintaan tanpa harus banting karena waktu penjualan lebih lama.
“Daging dingin bukan daging lama, tapi yang baru dipotong lalu disimpan dalam lemari khusus yang kualitas dagingnya sama,” ujar Maskamian mengingatkan. slm

Kasus DBD di Kalsel Berangsur Turun

Banjarmasin, KS
Kasus penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di 13 kabupaten/kota se Kalimantan Selatan tiga pekan terakhir munnjukkan angka penurunan dibanding periode sebelumnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel mencatat penderita DBD selama bulan ini sebanyak 155 kasus, empat penderita diantaranya meninggal dunia. Jumlah ini jauh lebih kecil dibanding bulan Januari yang mencapai 498 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 16 orang.
“Jadi memang sudah ada penurunan kasus,” beber Kepala Dinkes Kalsel, drg Rosihan Adhani kepada wartawan, Rabu (17/2) usai mengikuti coffee morning pejabat Pemprov Kalsel di aula Kantor Badan Ketahanan Pangan Kalsel, Banjarbaru.
Penyebaran penyakit masih terbilang merata di Kalsel, namun yang dominan ada di Kabupaten Tanah Laut. Sedangkan korban meninggal dunia berasal dari Kota Banjarmasin dua orang, sedangkan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) sama-sama satu orang.
Kecenderungan penurunan penyebaran penyakit musin hujan ini lanjut Rosihan Adhani merupakan hasil upaya jajarannya yang giat melakukan antisipasi penularan penyakit yang ditimbulkan nyamuk aedes agepty ini.
“Bahkan kita sempat menyaipkan dua tim yang bertugas melakukan penyemprotan secara mobile,” ujarnya.
Kendati terjadi penurunan, dikatakan pihaknya tetap waspada dengan penyakit ini dan tetap melakukan langkah-langkah antisipasi seperti kegiatan fogging (penyemprotan) dan pemberian obat-obatan.
Terkait tingginya jumlah kasus selama Januari, menurut Rosihan Adhani sesuai prediksi pihaknya. Faktor curah hujan yang tinggi dengan menggenangi berbagai tempat penampungan dan juga jalur air pertumbuhan bibit nyamuk DBD, akan jadi faktor pemicu.
untuk antisipasi, diingatkan Rosihan Adhani, fogging tidak cukup dilakukan kalau tidak dibarengi dengan melakukan aksi 3M yakni mengubur, menguras, dan menutup tempat penampungan air sampai bersih dan menutup rapat tempat penyimpanan air bersih dari nyamuk.
Disarankan kepada masyarakat khususnya anak-anak agar mengurangi jam bermain pada pagi dan sore hari, karena pada saat itulah nyamuk penyebab DBD bisa menyerang bebas korbannya dan nyamuk suka tempat bersuhu udara lembab. slm

Kalsel Target Penurunan 50 Persen Kecelakaan Kerja

Banjarmasin, KS
Pemerintah Provinsi (Pemprov) mematok penurunan angka kecelakaan kerja hingga 50 persen dari kasus sebelumnya. Target ini akan dicapai dengan peningkatan sosialisasi kepada perusahaan dan pekerja perihal pentingnya program keselamatan kecelakaan kerja (K3) di lingkungan masing-masing.
“Saat ini kesadaran pengusaha cukup baik, sehingga angka kecelakaan kerja mulai turun, perusahaan juga diberi penghargaan (reward,red) bila berhasil zero incident dalam batas tertentu” ujar Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin kepada wartawan, Senin (15/2) usai melakukan peringatan Hari K3 tahun 2010 di halaman kantornya.
Selanjutnya, bagi pekerja, juga diharapkan meningkatkan displin dalam bekerja yakni menuruti prosedur kerja yang baik dan benar seperti penggunaan alat pengaman (helm), sarung tangan, tutup mulut dan sebagainya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, Kurdiansyah SH menambahkan, tahun 2009 lalu, kasus kecelakaan kerja sebanyak 98 kali, jauh lebih kecil dibanding kasus tahun sebelumnya yang mencapai 200 kasus.
“Tahun ini kita targetkan paling tinggi 50 kasus, turun separohnya,” ujar Kurdiansyah berharap.
Pada acara peringatan, Menteri Tenaga Kerja, Muhaimin Iskandar melalui pidato tertulis yang dibacakan gubernur mengingatkan, 100 tahun ditetapkannya peraturan Keselamatan Kerja tersebut maka hendaknya dijadikan sebagai kebangkitan kedua bangsa Indonesia untuk melaksanakan K3 secara konsekuen dan konsisten berdasarkan perundang-undangan.
Dikatakan lagi, gema daya K3 merupakan strategi menggerakan masyarakat secara berkelanjutan dalam mensukseskan Gerakan Nasional Pembudayaan K3 yang ditujukan pada peningkatan peran aktif masyarakat baik masyarakat umum maupun industri.
Muhaimin mengajak dan mendorong agar kementerian di semua sektor, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, para cendikiawan, organisasi profesi, asosiasi menjadi motivator dan motor penggerak Gema Daya K3 di sektor di masing-masing daerah, guna mendukung tercapainya Indonesia berbudaya K3 tahun 2015 mendatang.
Penyelenggaraan Bulan K3 Nasional 2010, hendaknya diisi dengan berbagai kegiatan positif dan menggalang partisipasi aktif masyarakat untuk terlibat secara efektif membudayakan K3 baik di lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat maupun lingkungan tempat kerja. slm

Kalsel Target Penurunan 50 Persen Kecelakaan Kerja

Banjarmasin, KS
Pemerintah Provinsi (Pemprov) mematok penurunan angka kecelakaan kerja hingga 50 persen dari kasus sebelumnya. Target ini akan dicapai dengan peningkatan sosialisasi kepada perusahaan dan pekerja perihal pentingnya program keselamatan kecelakaan kerja (K3) di lingkungan masing-masing.
“Saat ini kesadaran pengusaha cukup baik, sehingga angka kecelakaan kerja mulai turun, perusahaan juga diberi penghargaan (reward,red) bila berhasil zero incident dalam batas tertentu” ujar Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin kepada wartawan, Senin (15/2) usai melakukan peringatan Hari K3 tahun 2010 di halaman kantornya.
Selanjutnya, bagi pekerja, juga diharapkan meningkatkan displin dalam bekerja yakni menuruti prosedur kerja yang baik dan benar seperti penggunaan alat pengaman (helm), sarung tangan, tutup mulut dan sebagainya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, Kurdiansyah SH menambahkan, tahun 2009 lalu, kasus kecelakaan kerja sebanyak 98 kali, jauh lebih kecil dibanding kasus tahun sebelumnya yang mencapai 200 kasus.
“Tahun ini kita targetkan paling tinggi 50 kasus, turun separohnya,” ujar Kurdiansyah berharap.
Pada acara peringatan, Menteri Tenaga Kerja, Muhaimin Iskandar melalui pidato tertulis yang dibacakan gubernur mengingatkan, 100 tahun ditetapkannya peraturan Keselamatan Kerja tersebut maka hendaknya dijadikan sebagai kebangkitan kedua bangsa Indonesia untuk melaksanakan K3 secara konsekuen dan konsisten berdasarkan perundang-undangan.
Dikatakan lagi, gema daya K3 merupakan strategi menggerakan masyarakat secara berkelanjutan dalam mensukseskan Gerakan Nasional Pembudayaan K3 yang ditujukan pada peningkatan peran aktif masyarakat baik masyarakat umum maupun industri.
Muhaimin mengajak dan mendorong agar kementerian di semua sektor, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, para cendikiawan, organisasi profesi, asosiasi menjadi motivator dan motor penggerak Gema Daya K3 di sektor di masing-masing daerah, guna mendukung tercapainya Indonesia berbudaya K3 tahun 2015 mendatang.
Penyelenggaraan Bulan K3 Nasional 2010, hendaknya diisi dengan berbagai kegiatan positif dan menggalang partisipasi aktif masyarakat untuk terlibat secara efektif membudayakan K3 baik di lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat maupun lingkungan tempat kerja. slm